Menyusuri Kawasan Menteng Bersama @JKTgoodguide


Kawasan menteng tidak sekedar hanya kawasan perumahan elit Jakarta, tapi apakah kamu tahu kalau di Menteng itu banyak catatan sejarahnya tentang pemimpin dunia, sebut saja Soeharto, bapak presiden kedua Indonesia yang rumahnya di Jalan Cendana, ada Obama si anak Menteng, presiden Amerika saat ini, yang pernah sekolah di SDN 1 Menteng, ada juga cerita Soekarno, yang lagi merundingkan teks proklamasi di rumah Laksamana Maida. Menteng yang dulu masih seperti menteng yang sekarang, ceritanya juga masih sama belum ada yang berubah.

Minggu pagi (18/10) saya berjalan menuju Taman Suropati, lokasinya lumayan dekat dari stasiun Cikini, tempat saya turun dari commuter line kemudian melanjutkan jalan kaki ke Taman Suropati, lokasi meeting point pagi itu sebelum menyusuri kawasan menteng bersama @JKTgoodguide. Ini walking tour kedua yang saya ikuti, sebelumnya saya sudah ikut juga di walking tour Pasar Baru. Konsep wisata yang ditawarkan @JKTgoodguide berbeda, dimana ingin mengenalkan Jakarta tidak sebagai kota metropolitan tapi sebagai kota yang penuh dengan sejarah masa lalu.

Pagi itu peserta lumayan banyak, makanya kami dibagi beberapa kelompok. Saya tergabung dengan kelompok dua bersama Citra, Adlin, Winny, Fahmi dan Putri. Ada banyak travel blogger yang ikutan jadinya kami seperti kopdar sambil berjalan, seperti Citra, blogger asal Aceh yang akhirnya kami dipertemukan di acara walking tour ini.

“ Walking Tour Menteng kali ini kita akan mengunjungi 9 tempat bersejarah, siapkan uang lima ribu dan dua ribu untuk tiket masuk dua museum yang berbeda ”. kata pemandunya dalam briefing sebelum memulai walking tour

Saya semakin bersemangat menyusuri kawasan menteng, Oiya ada yang tahu gak sejarah nama Menteng? Jadi kata Menteng itu adalah nama sebuah pohon yang dulunya banyak tumbuh disini tapi saat ini sudah tidak ada lagi, tapi jika penasaran seperti apa pohon menteng itu, kita bisa menemukannya di Kebun Raya Bogor.

Taman Suropati – Gedung Bappenas – Gereja Paulus
Perjalanan dimulai dari Taman Suropati, taman yang sejuk nan rimbun dengan pohon-pohon yang besar menjulang, ada air mancur dan ada juga patung-patung. Patung yang ada di Taman Suropati merupakan sumbangan dari enam negara pendiri ASEAN sebagai simbol persahabatan. Bentuk patungnya bermacam-macam dan lokasinya ditempatkan secara terpisah
.
Selanjutnya berjalan menuju depan Gedung Bappenas. Sebuah patung Pangeran Dipenogoro dengan kudanya dibangun tepat diseberang Taman Suropati dan dikelilingi Taman Bunga, tapi sayang banget ada banyak coretan-coretan dan bau pesing yang menyengat.
Tampak depan Gereja Paulus
Gedung Bappenas hanya bisa dilihat dari luar, tapi konon ceritanya gedung ini dulu bekas bangunan Belanda yang dulunya dijadikan tempat berkumpul para penganut kepercayaan mistis. Seberang Jalan Gedung Bappenas terdapat Gereja Paulus, di ujung atapnya terdapat patung ayam. Mirip seperti Gereja Ayam di Kawasan Pasar Baru, ceritanya juga sama. Sebenarnya pengunjung bisa masuk dalam gereja tapi berhubung hari minggu jadi kita tidak diperbolehkan masuk dengan alasan agar kami tidak mengganggu jemaat yang sedang beribadah. Disini kami sempat ditegur oleh petugas keamanan.

“Dilarang memotret disini, kalian ini darimana?” kata bapak kemanan lengkap dengan pakaian seragamnya

“Maaf pak, kami dari Jakarta Good Guide” Balas pemandu kami dengan ramah

Belakangan baru saya tahu kalau di daerah sini memang aturan memotretnya agak ketak, karena disini terdapat banyak kantor kedutaan besar salah satunya kedutaan besar Amerika. 

Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Museum Perumusan Naskah Proklamasi, lokasinya tepat disamping Gereja Paulus. Tampak dari luar hanyalah sebuah rumah tua dengan ciri khas arsitektur Eropa, tingkat dua dengan warna dominan putih, Iya memang ini adalah bekas rumah yang dijadikan Museum Perumusan Naskah Proklamasi. 

Ada yang tahu tidak sejarahnya? Kalau tidak, buka kembali buku sejarah. Jadi rumah itu milik Laksamana Muda Tadashi Maeda, perwira tinggi angkatan laut Jepang. Sejak penjajah beralih dari Belanda ke Jepang, rumah ini dijadikan sebagai kediaman Laksamada Maeda. Ceritanya panjang, kenapa harus di rumah Laksamada Maeda? ternyata perwira ini menaruh cinta terhadap Indonesia, hingga dia mau dijadikan rumahnya sebagai tempat terjadinya peristiwa penting bangsa Indonesia walaupun di akhir hayatnya dia dianggap sebagai penghianat oleh pemerintah Jepang, tapi tidak usah khawatir pilihanmu sudah benar dan kami bangsa Indonesia akan selalu mengenang jasamu Laksamana Maeda.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Tampak dalam museum, terlihat beberapa ruangan yang saling berhubungan, setiap ruangannya memperlihatkan sedetail mungkin bagaimana cerita di rumah itu. Ada meja panjang lengkap dengan kursinya, disitulah duduk Ir. Soekarno, Bung Hatta dan Ahmad Soebardjo sedang merundingkan naskah proklamasi. Di ruangan lain juga terdapat patung bapak Sayuti Melik sedang mengetik naskah proklamasi yang sudah dirundingkan. Kejadian malam itu benar-benar bisa dirasakan dengan jelas. Saya sungguh beruntung bisa berkunjung kesini.
Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo lagi berunding, Bukan cinta segitiga yah!!
Naskah pertama teks Proklamasi, kalau kata-katanya tidak sesuai langsung dicoret.
Naskah Pertama Teks Proklamasi
Didalam museum juga terdapat beberapa hiasan dinding berupa foto para tokoh yang hadir di malam itu, lengkap dengan biografinya. Juga terdapat sebuah ruangan yang saat ini dijadikan sebagai mini bioskop. Sayangnya saat kami berkunjung tidak sempat masuk karena masih harus melanjutkan perjalanan lagi.
Dibelakang museum terdapat lorong bawah tanah, yang katanya bisa sampai di Taman Suropati.
SDN 1 Menteng
Tibalah kami di  SDN 1 Menteng, tempat Barry, nama kecil Barrack Obama yang saat itu mengenyam pendidikan disini ketika tinggal di Indonesia. Berhubung hari libur, jadi kami tidak bisa masuk kedalam. Dari luar, kami bisa melihat sebuah patung Obama ketika kecil, yang katanya dibangun saat Barrack Obama hendak berkunjung ke Indonesia.

Selain itu di gapura gerbangnya tersimpan sebuah plakat besi bertuliskan nama Barrack Husein Obama, the 44th the presiden of United States of America, attended this school from 1969-1971. 
Inilah sekolah, tempat Obama pernah mengeyam pendidikan.
Museum Jendral AH. Nasution
Sebuah patung berseragam lengkap di depan sebuah rumah. Inilah rumah Jenderal Besar Dr. AH. Nasution yang terletak di Jalan Teungku Umar No. 4 yang kemudian menjadi Museum Sasmita Loka Jenderal AH. Nasution di tahun 2008 setelah beliau wafat. 

Waktu kecil dulu saya sering ikut nonton bareng di rumah kepala dusun di kampung saya, karena cuma dialah salah satunya yang punya televisi tabung saat itu. Setiap malam tanggal 30 September, kami menonton kekejaman PKI yang menculik dan membunuh para jenderal, tapi di salah satu adegan film terdapat cerita tentang Jenderal AH. Nasution yang berhasil kabur dari rumahnya tapi beliau harus mengorbangkan Ade irma Nasution, putri pertamanya yang tertembak oleh para tjakrabirawa (saat ini namanya pasampres). Tapi apakah film itu benar adanya? 

Untuk masuk ke Museum ini, pengunjung diharuskan membayar lima ribu. Adegan malam itu terlihat jelas dengan patung yang sengaja dibuat, ada patung Ade Irma Nasution yang sedang digendong ibunya diberondong senjata oleh para tjakrabirawa, ada tetesan darah Ade Irma Nasution di lantai, ada patung Jenderal AH. Nasution bangkit dari tempat tidurnya dan melompat di pagar rumahnya. Semuanya itu terlihat jelas dalam rumah ini. Tidak hanya itu, bekas peluru di pintu kamar dan didalam dinding dibiarkan begitu saja sebagai saksi. Apapun alasannya ini sangat tragis dan kejam. 

Pengunjung juga diantar menuju kamar Ade Irma Nasution, tempat tidurnya masih seperti dulu dan terdapat beberapa lemari yang berisikan pakaiannya. Saya sempat melihat foto Ade Irma Nasution yang tergantung di dinding, ketika hendak memotretnya, saya ditegur Winny agar tidak usah mengambil gambarnya. Dia mengerutkan kening sambil mengusap tangannya, bulu kuduknya berdiri dan dia merasakan sesuatu yang beda dengan foto itu, saya pun menurut dan keluar dari ruangan itu. Bukan bermaksud menakuti, tapi saya sangat merekomendasikan untuk mengunjungi museum ini.
Bagian depan rumah Jenderal AH. Nasution
Adegan sebelum Jenderal AH. Nasution kabur dari rumahnya.
Jalan Cendana - Galeri Seni Kunstkring - Masjid Cut Meutia
Setelah dari Museum, kami menuju Jalan Cendana. Apa yang kamu tahu tentang Jalan Cendana? Jalan Cendana yang begitu terkenal di era orde baru, bahkan jalan ini hanya bisa dilewati oleh keluarga Cendana. Rumah kediaman Soeharto terletak di Jalan Cendana, saat kami berkunjung kesana rumahnya masih dijaga walaupun terlihat kurang terawat. 

“ Seandainya rumah ini mau dijadikan Museum, tapi sayangnya keluarga dari Soeharto tidak mau. Mungkin takut kalau kisahnya diungkit kembali “ Kata seorang bapak yang ikut dalam rombongan walking tour.

Saya juga ikut sepakat dengan bapak tersebut. Rumah mantan presiden Indonesia yang memimpin negeri ini selam 33 tahun tentunya menyimpan banyak cerita. 

Rumah Mendiang Soeharto di Jalan Cendana
Tidak jauh dari Jalan Cendana, kami menuju sebuah gedung tua namanya Galeri Seni Kunstring. Gedung ini sudah beberapa kali berganti fungsi. Terdapat sebuah tulisan IMMIGRASIE NST- DJAWA N IMMIGRASI di dinding luar atasnya, iya gedung ini pernah dijadikan sebagai kantor imigrasi Jakarta Pusat. Gedung ini juga pernah dijadikan sebagai café buddha bar tapi tidak bertahan lama karena mengundang banyak protes. Saat ini Galeri Seni Kunstring sebagai café dan restaurant, tempat ini juga sering dijadikan sebagai tempat pameran, saat kami berkunjung sedang ada pameran foto. 

Galeri Seni Kunstring, ada kemiripan dengan bangunan Lawang Sewu.
Tibalah kami di destinasi terakhir, Masjid Cut Meutia. Sebelum dijadikan masjid pada tahun 1987, bangunan ini juga beberapa kali berganti fungsi. Awalnya dari Kantor Biro Arsitek, kemudian berganti menjadi Kantor Jewatan Kereta Api. Namun setelah Indonesia merdeka, gedung ini berganti fungsi lagi menjadi Kantor Urusan Agama. Hingga akhirnya menjadi Masjid Cut Meutia, makanya ini salah satunya masjid yang dari luar tidak seperti masjid, karena memang sejarahnya tidak dibangun sebagai Masjid.

Menyusuri Kawasan Menteng bersama Jakarta Good Guide memberikan saya banyak cerita tentang sejarah Menteng, sejarah yang mungkin kini terlupakan. Belajar sejarah bukan berarti kita tidak bisa bangkit dari cerita masa lalu, tapi bukankah Ir Soekarno sudah mengingatkan kita agar jangan sekali-kali melupakan sejarah. Setelah mengunjungi Menteng, saya masih mau ikut lagi di acara walking tour Glodok, Kota Tua dan Monas. Tiga dari 5 destinasi walking tour yang belum saya datangi. Jika kamu tertarik untuk ikutan, bisa liat infonya di twitter @JKTgoodguide

Arti Hari Pahlawan bagi Traveller

Setiap tanggal 10 November, Indonesia menetapkan sebagai Hari Pahlawan sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Banyak cara mengapresiasi Hari Pahlawan, salah satunya dengan upacara, seluruh instansi pemerintahan diwajibkan melaksanakan upacara hari pahlawan. Bukan hanya instansi, para pecinta alam pun sering melakukan upacara Hari Pahlawan, saya masih ingat tahun 2012 dulu, ikut bersama para pendaki gunung regional Semarang melakukan pendakian Gunung Ungaran untuk melaksanakan upacara hari pahlawan.

Sebagai generasi yang lahir setelah Indonesia merdeka, patutnya kita berbangga dan bersyukur karena kita hanya menikmati hasil dari perjuangan para pahlawan yang telah berjuang demi merah putih berkibar. Mengusir penjajah dari Indonesia bukan hal yang mudah, ada banyak nyawa dan harta yang dirampas dan ada banyak lagi yang hilang. 

Dalam rangka Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November kemarin, saya menghadirkan 6 traveler, bagaimana mereka memaknai Hari Pahlawan dan siapa saja mereka? Mari simak penuturannya;

CITRA RAHMAN

Pemuda dari Aceh ini yang namanya mirip nama perempuan, iya namanya Citra tapi lebih sering dipanggil Ocit. Pemilik blog hanaan.com menyebut dirinya Traveler Cilet-Cilet yang artinya traveler abal-abal dalam bahasa aceh. Berbicara tentang makna hari pahlawan dan sosok pahlawan dia punya cerita sendiri.

Apa sih Makna Hari Pahlawan bagi Citra Rahman?
Makna hari pahlawan buatku adalah hari ketika secara khusus mengingat dan merenungi tentang perjuangan dan tokoh pahlawan-pahlawan. kenapa harus di hari pahlawan? ya masa kita harus memperingati hari pahlawan setiap hari? aku mengingat nama hari aja susah apa lagi harus mengingat pahlawan yang buaaanyak sekali.

Siapa Pahlawan Nasional/Kemerdekaan favoritnya?
Pahlawan nasional yang aku kagumi itu Cut Nyak Dhien dan Laksamana Malahayati. karena kedua pahlawan perempuan ini luar biasa sekali perjuangannya. namun pejuang lainnya bukan tidak luar biasa, tapi aku kagum dengan dua sosok ini. Cut Nyak Dhien, berjuang bersama suaminya melawan penjajah, ketika Teuku Umar tewas, perjuangannya tidak malah surut. hingga dia diasingkan pun, perjuangannya di kala kondisi fisiknya sudah sulit, namun tetap berjuang mengajarkan agama ke tempat Pengasingannnya.

Laksamana Malahayati. Jauh sebelum bangsa kita mengenal emansipasi perempuan, Laksamana Malahayati telah bergerak jauh. Laskar Inong Bale-nya terdiri dari janda-janda perang yang dididik untuk melawan penjajah dan berjaga di Benteng Inong Bale. Duelnya dengan Cornelis de Houtman adalah duel paling epic yang pernah aku dengar.

Siapa Sosok Saat Ini yang Menurut CItra Rahman Pantas Menjadi Pahlawan?
Sosok pahlawan saat ini? banyak. pahlawan buatku adalah orang-orang yang berjasa, membantu, menyelamatkan. petugas kebersihan adalah pahlawan, dokter adalah pahlawan, guru adalah pahlawan, orang tua adalah pahlawan, Agustinus Wibowo adalah pahlawan, kawan-kawan juga pahlawan. tanpa mereka, kita bisa apa?  

 
RINTA ADITA

Perempuan yang suka jalan-jalan tapi katanya paling malas mandi dan penyuka sambel terasi. Namanya Rinta Adita, lahir di Malang namun saat ini terdampar di Jakarta demi sesuap nasi dan sambel terasi. Pemilik Blog malesmandi.com ini juga suka menulis tentang kuliner, jadi berkunjung ke blognya kamu harus siap dibuat ngiler. Orangnya tidak suka serius, sesuai dengan karakter tulisan di blognya tapi kalau ngomongin tentang Pahlawan dia punya cerita serius.

Apa Makna Hari Pahlawan bagi Rinta Adita?
Makna Hari Pahlawan agar kita senantiasa mengenang perjuangan para pahlawan telah gigih untuk merebut kemerdekaan dari penjajah. Juga senantiasa bersyukur bahwa berkat jasa-jasa mereka kita bisa menikmati kehidupan yang serba mudah seperti saat ini. Dan yang paling penting bisa jadi motivasi bagi kamu muda bahwa setiap perjuangan itu butuh pengorbanan, jangan gampang galau dan mengeluh.

Siapa sih Pahlawan Nasional/Kemerdekaan favoritnya?
Jenderal Soedirman, Beliau adalah salah satu tokoh kunci dalam perjuangan bangsa Indonesia yang tidak mudah menyerah. Dedikasinya kepada bangsa Indonesia tidak diragukan, bahkan pada saat sakit pun beliau tetap ingin ikut berperang. Sosok pahlawan dan pemimpin yang teladan.
  
Siapa Sosok Saat Ini yang Menurut Rinta Adita Pantas Menjadi Pahlawan? 
Bapak - Ibu guru dan relawan pengajar di seluruh Indonesia. Karena masa depan dan harapan anak-anak Indonesia ada di tangan mereka

FAHMI ANHAR

Namanya Fahmi Anhar tapi lebih sering dipanggil kak Fahmi Hiu, karena dia salah satu orang dibalik #SaveSharks. Pemilik blog fahmianhar.com yang 4 bulan lalu menjadi seorang ayah dengan lahirnya anak pertamanya yang diberi nama Fariz Ahmad Husaini. Saat ini dia tinggal di Semarang, tapi jejak langkahnya sudah sampainya di Uni Emirat Arab, pernah traveling selama 1 bulan di Dubai. Meninggalkan tempat kerjanya sebulan tapi tidak dipecat, kok bisa? Jika penasaran kunjungi saja blognya.

Berbicara tentang Pahlawan, beliau juga punya cerita sendiri. 
Apa Makna Hari Pahlawan bagi Fahmi Anhar?
sebagai momentum untuk mengenang kembali jasa pahlawan yang sudah meraih kemerdekaan Indonesia. Sarana intropeksi dan kontemplasi bagi generasi muda.

Apa yang sudah kita berika bagi bangsa?

Ayo teruskan perjuangan membangun bangsa ini dengan terus berkarya sesuai dnegan bidang masing. Berbuat untuk bangsa dengan apa yang kita bisa bukan hanya selalu mengeluh dan protes.

Siapa sih Pahlawan Nasional/Kemerdekaan favoritnya?
Hadratussyaikh Mbah KH. Hasyim Asy'ari, perjuangan berat beliau sejak jaman penjajahan Belanda, jaman penjajahan Jepang hingga pasca kemerdekaan begitu berat. Bukan hanya umat, tapi kemashalatan bangsa dan negara. Tidak hanya di bidang agama,tapi juga di bidang pendidikan, politik dan bahkan beliau juga ikut angkat senjata.

Saya sampai tidak menyadari kalau berkali-kali meneteskan air mata ketika nonton film sang Kyai yang menggambarkan perjuangan beliau.
Masyaallah...Salut

Siapa Sosok Saat Ini yang Menurut Fahmi Anhar Pantas Menjadi Pahlawan? 
Bapak dan Ibu saya, alasannya setelah saya punya si kecil, kini saya jadi tahu bagaiamana beratnya perjuangan orang tua demi memberikan yang terbaik bagi anaknya.


RIFQY FAIZA RAHMAN

Orangnya suka berpetualang, naik gunung, susur pantai, jelajah kuliner,  tempat bersejarah adalah semua hal yang tidak luput dimatanya di setiap tempat yang dia jelajahi. Namanya Rifqy Faiza Rahman, pemilik blog dari papanpelangi.co baginya perjalanan itu sederhana tapi kalau tentang Pahlawan, baginya itu tidak sederhana.

Apa Makna Hari Pahlawan bagi Rifqy?
Bagi saya, ada dua perspektif. Melihat ke masa lalu dan ke masa kini. Melihat ke masa lalu, kita jadi tahu perjuangan dan pengorbanan para pahlawan melawan penjajah yang nyata demi kemerdekaan dan kedaulatan negeri ini.

Di masa kini, barangkali makna hari pahlawan lebih dari sekadar belajar dan menghormati sejarah, namun juga bagaimana kita mau memulai berkorban dan berjuang menjadi pahlawan untuk kebaikan bersama. Dimulai menjadi pahlawan untuk diri sendiri untuk hal-hal yang berdampak besar: memerangi korupsi, misalnya. Setiap orang sudah seharusnya mau menumbuhkan jiwa kepahlawanannya masing-masing. Hari Pahlawan adalah momentum terbaik untuk itu.

Siapa sih Pahlawan Nasional/Kemerdekaan favoritnya?
Agak sulit memberikan kekaguman bagi sejumlah pahlawan nasional/kemerdekaan, karena semuanya sangat berjasa. Sang Dwi Tunggal Soekarno-Hatta menjadi ujung tombak lewat proklamasinya. Namun, Secara khusus, saya tetap memberikan penghormatan tertinggi kepada Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama yang kharismatik. Betapa fatwa jihad beliau nyata-nyata menggerakkan semangat bangsa untuk berjuang meraih kemerdekaan. Betapa beilau rela disiksa penjajah Jepang demi menyelamatkan pondok dan santrinya, demi memberikan ruang bagi pengikutnya untuk berjuang.

Siapa Sosok Saat Ini yang Menurut Rifqy Pantas Menjadi Pahlawan? 
Pahlawan saat ini? Saya harus memberikan tempat teratas kepada kedua orang tua saya, Bapak Ibu saya. Mereka berdua adalah pahlawan sejak saya lahir, tumbuh balita, bersekolah hingga saat ini. Saya harus bersyukur memiliki mereka berdua, yang menjadi tameng hidup di rumah dan kehidupan sehari-hari. Sosok pahlawan tanpa pamrih, yang rela bersusah payah, suka duka, bahagia, marah, demi kebaikan anak-anaknya. Kelak jika maaa depan tiba dan saya menjadi orang tua, merekalah pahlawan yang akan saya ceritakan kepada anak-anak saya kelak. Betapa sebesar saya berusaha, tak mampu saya membalas sekecil kebaikan dan pengorbanan mereka.


WINNY ALNA MARLINA

Perempuan batak asal padangsidempuan bernama Winny Alna Marlina. Jalan-jalan adalah segalanya, sudah banyak tempat yang sudah dia jelajahi.  Ada yang unik dari Winny, kataya dia tidak suka mengunjungi tempat dua kali, cukup sekali, tapi kalau diajak gratis bagaman yah? Dia punya mimpi mengunjungi sebanyak mungkin museum, iya dia suka bangen dengan Museum. Oiya, nama blognya winnyardch.wordpress.com cerita di blognya suka bikin iri, cerita perjalanannya ditulis lengkap dengan destinasi dan biayanya. jadi, berkunjung ke blognya siap-siap tabungan menipis.

Berbicara tentang Pahlawan, beliau juga punya cerita sendiri.
 
Apa Makna Hari Pahlawan bagi Winny?
Untuk menghormati para pejuang kita yang telah berkorban demi kemeredekaan sehingga kita harus mengisinya dengan belajar dan bekerja dengan baik.

Salah satu kegiatan menghormati para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan dengan sebaik mungkin, menjauhkan diri dari perbuatan KKN dan dimulai dari diri sendiri. Melakukan perubahan dan bisa mneginspirasi orang lain serta membatu orang-orang yang memerlukan.

Siapa sih Pahlawan Nasional/Kemerdekaan favoritnya?
Sisingamangaraja, Alasannya pahlawan dari Tanah BATAK yang tidak pantang menyerah melawan penjajah, tokoh yang kuat pendiriannya tanpa pantang mundur

Siapa Sosok Saat Ini yang Menurut Winny Pantas Menjadi Pahlawan? 
Mereka yang berani tidak melakukan KKN serta mereka yang berjuang demi mengharumkan nama bangsa Indonesia.


AHMAD HASANELA

Ahmad Hasanela atau nyong Ambon, traveler dari kota Ambon yang kemarin sempat saya ulas tentang perjalanannya keliling Indonesia timur selama 150 Hari. Beliau sudah terlanjur jatuh cinta dengan keindahan Indonesia, makanya dia punya mimpi melanjutkan mimpi berikutnya mengunjungi Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Setiap jejak perjalanannya di posting di media instagram, nama akunnya @ahmadhasanela bukan hanya foto yang keren tapi dia juga berbagi cerita setiap harinya dan berbagi tips perjalananan.

Tentang Pahlawan dan makna hari pahlawan bagi Ahmad Hasanela punya cerita sendiri.
Apa Makna Hari Pahlawan bagi Ahmad Hasanela?
Hari Pahlawan adalah hari dimana kita mengenang jasa para pahlawan yang telah mendahului kita, serta momen untuk merefleksikan lg apa yang akan kita perbuat untuk mengisi hari-hari yang kiranya bisa bermanfaat bagi sesama

Siapa sih Pahlawan Nasional/Kemerdekaan favoritnya?
Kapitan Pattimura dan Christina Martha Tiahahu, dua sosok pahlawan dari Maluku yang gigih mengusir penjajah meski dengan persenjataan yang kalah jauh.

Siapa Sosok Saat Ini yang Menurut Ahmad Hasanela Pantas Menjadi Pahlawan? 

Bagi saya, setiap orang yang berjuang dengan baik di bidangnya masing2 adalah pahlawan. Para pemimpin yang bekerja keras dan amanah untuk rakyatnya, sosok para guru yang mendidik murid2nya dengan baik, bahkan para traveler yang mengenalkan Indonesia serta menyebarka virus cinta tanah air.

Semangat hari pahlawan bukan sekedar perayaan semata, tapi bagaimana kita bisa lebih mengenal para pahlawan dan berbuat yang terbaik untuk bangsa ini karena pahlawan tidaka hanya harus selalu memegang senjata. Pahlawan masa kini bisa datang dari berbagai profesi, bisa dari orang-orang sekitar kita atau bisa juga diri kita sendiri.

Apa sih makna hari pahlawan buat kamu, sosok pahlawan idamanmu dan sosok pahlawan masa kini, tentunya kamu juga punya cerita sendiri? 


P.S all Photos taken from his/her blog