Pesona Luwuk Banggai Dari Ujung Timur Sulawesi Tengah

Dari balik jendela pesawat, saya melihat gradasi warna biru yang begitu indah membuat saya tidak ingin memalingkan pandangan, pemandangan laut dan perbukitan kota Banggai sebelum pesawat di Bandara Sultan Aminuddin Amir, Luwuk. Itulah kesan pertama ketika pertama kali mengunjungi kota Luwuk.

Luwuk Banggai berada di ujung timur Sulawesi Tengah, secara geografis Luwuk masih satu daratan dengan Pulau Sulawesi atau dikenal dengan "pulau huruf K", nah Luwuk itu berada di ujung atas bagian tengah yang menghadap ke pulau Maluku. Kalau masih bingung, coba buka atlas atau lebih gampangnya cari di Google Maps.
 Landscape Kota Luwuk Banggai
 
Saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kota ini, memang benar kesan pertama yang menakjubkan biasanya akan membuat kita merasa nyaman, mencintai pasangan harusnya berlaku sama, Iya kan? Alhamdulillah, saya betul-betul nyaman, buktinya saya sudah 2 tahun lebih bekerja di Luwuk. Kondisi kerja membuat saya mengunjungi Luwuk setiap bulannya dan juga sekaligus mengunjungi beberapa tempat wisata, baik itu yang mainstream maupun yang belum tergarap oleh pemerintah setempat, merasakan kehagatan masyarakat  lokal dan mencicipi kuliner khasnya. Intinya Luwuk itu merupakan destinasi yang lengkap. 

              Seringkali saya mendapatkan tanggapan dan pertanyaan dari teman-teman setiap memposting keindahan luwuk di media sosial pribadi, baik itu di Instagram dan facebook. Sudah di follow belum? Apa saja hal yang menarik dari Luwuk Banggai.

1. Melihat panorama Kota Luwuk dari Bukit Keles
Setiap kota selalu punya tempat yang wisata yang mainstream, ibaratnya kurang lengkap mengunjungi Luwuk jika tidak datang ke Bukit Keles. Tempat terbaik melihat landscape kota Luwuk dari ketinggian baik di pagi hari, sore menjelang sunset maupun di malam hari. Bukit Keles selalu menarik untuk dikunjungi. Saya sudah sering mengunjungi Bukit Keles di pagi dan malam hari, tapi sore hari, momen ketika matahari meninggalkan peraduannya belum sempat saya saksikan, sepertinya menarik sekali, ada yang mau temani?
 Bukit Keles Luwuk

2. Berenang di Pantai Kilo Lima
Hanya di kota Luwuk, saya melihat pantai yang begitu bersih padahal lokasinya dekat dengan jalan poros. Pantai Kilo Lima memang menjadi pariwisata utama kota Luwuk, makanya masyarakat nya pun menjaga kebersihan pantai ini. Uniknya, tidak ada biaya retribusi untuk mengunjungi tempat ini alias gratis. Saya biasanya datang ke Pantai Kilo Lima ketika pagi hari, saat itu air laut masih surut jadi pasir putihnya masih terlihat.

 Pasir putih Pantai Kilo Lima

Pantai Kilo Lima tidak hanya pantainya yang bersih tapi alam bawah lautnya juga meanrik untuk bersnorkling ria, tanpa harus menyewa perahu kamu sudah bisa melihat karang laut dan ikan-ikan beraneka warni berseliweran hanya beberapa meter dari bibir pantai, cuma ini seakan menjadi ancaman kerusakan. Karang-karangnya bisa terinjak ketika surut.

Alam bawah laut Pantai Kilo Lima

     3. Mengunjungi Air Terjun Piala
Air Terjun Piala lokasinya tidak jauh dari kota Luwuk, sekitar 30 menit perjalanan menuju kompleks perumahan Maahas. Oiya, ada cerita menarik ketika saya berkunjung ke Air Terjun Piala. Awalnya tidak ada niat datang kesini, karena saya dan teman-teman saat itu tujuannya ke Air Terjun Laumarang. Air terjun yang membuat saya tertarik ketika muncul di acara jalan-jalan di Transtv. Kamu sudah pasti kenal acaranya?

Tersesat membawa nikmat, seperti itulah sensasinya. Setelah menyusuri jalan setapak, akhirnya saya bertemu dengan air Terjun Piala secara tidak sengaja. Tapi menurut saya ini tidak kalah menariknya,  air terjun yang bersusun dan kolam yang luas untuk berenang. Airnya mengalir menuju Pembangkit Listrik Mikro Hidro di hilirnya. Belakangan Air terjun ini sudah muncul juga di acara Jalan-Jalan itu. 

                                                                           Air Terjun Piala

     4. Berfoto sepuasnya di Bukit Teletubbies

Padang savana yang luas dengan rerumputan hijau dengan kontur tanah yang berbukit cukup mewakili tempat ini dinamakan Bukit Teletbbies. Menurut saya ini lebih mirip jika dibandingkan dua Bukit Teletubbies yang pernah saya kunjungi, di Bromo dan Maros.

Bukit Telettubies Luwuk cukup jauh dari Luwuk, tapi semuanya terbayarkan ketika datang kesini, rasa-rasanya tidak ingin berhenti mengabadikan setiap momen, lokasinya yang hitz untuk mempercantik feed Instagram. Instagramable banget deh.


 Bukit Teletubbies Luwuk


     5. Mendaki Puncak Pulau Dua
Berkunjung ke Pulau Dua adalah perjalanan terjauh yang pernah saya lakukan selama di Luwuk. Menuju Pulau Dua, tidak banyak yang menyarankan datang kesini kalau hanya sebentar, lokasinya yang jauh dan juga jalanan nya belum begitu mulus adalah dua hal kendala yang akan dihadapi. Memang benar saya merasakan dua hal tersebut, dibutuhkan 4 jam perjalaan dari Kota Luwuk untuk sampai Desa Kampangar, Kecamatan Balantak.

Yang menarik dari Pulau Dua adalah bukitnya yang hitz, inilah yang membuat saya tidak berpikir panjang untuk datang kesini walaupun jaraknya yang cukup membuat pantat panas tapi semua terbayarkan ketika sudah berada di puncaknya.

Pulau Dua ini sekilas mirip Pulau Padar di NTT. “belum kesampaian ke Pulau Padar minimal kesini dulu” gumam saya dalam hati sambil mendaki Bukit Lukapan Konio, jalurnya lumayan menguras keringat dan bikin dengkul gemetar. Tapi bukankah sebuah pengorbanan akan mendapatkan hasil yang maksimal.  Dari puncak bukit kita bisa melihat sekeliling dengan latar belakang Pulau Dua.

 Bukit Lukapan Konio, Pulau Dua Balantak

    6. Mencicipi Kuliner khas Luwuk

Wisata kuliner setiap daerah wajib banget dicoba, apalagi kuliner yang langsung dari asalnya. Luwuk punya banyak kulier khas, ada beberapa yang saya rekomendasikan seperti lalampa dengan sambel cakalang dan ikan kerapu kuah asam. 

Lalampa sekilas mirip lemper, terbuat dari beras ketan diisi dengan suir-suir ikan cakalang. Dibungkus daun pisang, ujungnya dijepit dengan paku agar panasnya merata. Kemudian dibakar di atas bara api.
Luwuk surganya pecinta seafood, tapi ada sajian masakan ikan kerapu kuah asam membuat saya ketagihan dengan kuliner ini. Kuahnya yang segar dan daging ikan kerapu merupakan paduan yang sempurna. Kalau di Luwuk, RM. Sunu Lestari adalahwarung makan paling saya rekomendasikan jika ingin mencicipi kuliner ini.



Lalampa' dengan segelas kopi

Ikan Kerapu Kuah Asam

Mengunjungi Luwuk Banggai sangat mudah dan cepat, kini sudah banyak penerbangan langsung dari Makassar, Palu dan Manado. Pilihan harga tiketnya juga lumayan terjangkau dengan banyak pilihan harga dari situs pencarian tiket online. Traveloka adalah favorit saya alasannya karena harga yang tertera sudah termasuk pajak dan biaya lain-lain, jadi tidak perlu bingung lagi sih.
Liburan ke Luwuk Banggai bisa menjadi pilihan destinasi wisata, tinggal cari tiketnya di aplikasi Traveloka. Nah, berhubung februari ini saya mau berkunjung lagi ke Luwuk, saya sudah memesan tiket pesawat di Traveloka dengan hanya 4 Langkah sebagai berikut
1.       Booking – Pilih maskapai sesuai dengan budget
2.       Review – pastikan data yang dimasukkan sudah benar
3.       Pay – Transfer uangnya sesuai dengan jenis pilihan pembayaran (Internet Banking, Credit Card dan ATM)
4.       E-Ticket – E-ticketnya terkirim ke email saya dan kode booking dikirimkan ke SMS atau E-mail juga.
 






Pengalaman Menginap di Hotel 101 Suryakencana Bogor

Kereta terakhir dari Jakarta membawa saya menuju Bogor. Keramaian Stasiun Bogor yang biasa sering saya lihat ketika menuju Jakarta kini berubah, hanya ada para penumpang yang tersisa hingga Stasiun Bogor selebihnya sudah turun di stasiun sebelumnya. Di luar stasiun para tukang ojek yang biasanya memanggil-manggil dari luar pagar besi kini tidak ada lagi. Benar-benar sepi. Saya berjalan keluar bersama para penumpang lainnya sambil berharap masih ada angkot diluar sana. Sebenaranya saya tidak terlalu khawatir juga, karena kini Bogor tidak lagi dikenal kota hujan tapi juga kota seribu angkot, diman angkot bisa ditemukan selama 24 jam.

Malam itu saya akan menginap di Hotel 101 di Jalan Suryakencana, kawasan pecinan Kota Bogor. Hotelnya sudah dipesankan dari kantor, dimana saya seharusnya sudah check-in jam 2 siang tadi tapi perjalanan berkata lain, Saya baru tiba di Bogor hampir jam 12 malam, Seingat saya ini adalah pengalaman check-in paling lambat. 

Saya menuju bagian resepsionis hotel untuk menanyakan kamar. Tidak lama setelah saya menyodorkan kartu identitas (SIM) kunci kamar berupa kartu kini  sudah ditangan saya dan tanpa berpikir lama saya langsug menuju kamar 201 yang berada di lantai 2 paling ujung.


Fasilitas Kamar Tidur
Kamar saya tipe Deluxe dengan balkon, terdapat pintu penghubung yang ditutup oleh kain gorden putih. Terdapat 2 tempat tidur lengkap dengan bantalnya, ada juga bantal mininya berwarna orange. Kamarnya tidak dilengkapi karpet jadi berasa suasana homy nya. Selain itu terdapat lemari kayu yang menyatu dengan dinding.

Tapi khusus untuk fasilitas balkon ini sepertinya asyik duduk menyeduh the di pagi hari nanti, Tapi ini sudah dini hari, saya masih capek sekali dan pengen rasanya cepat-cepat mandi sebelum merebahkan badan di tempat tidur.


Fasilitas Kamar Mandi
Kamar mandi nya lumayan luas dimana shower dan toiletnya yang dipisah. Nah, berhubung malam hari maka rasanya mandi air hangat bisa mengurangi rasa pegal setelah seharian jalan. Alhamdulillah, air panas dan air dinginya mengalir dengan lancar, saya tinggal mengatur seberapa panas airnya. Harus hati-hati yah, jangan sampai kran air panasnya terbuka penuh kamu bisa jadi matang. #pengalaman

Biasanya kan hotel cuma menyediakan handuk, tapi disinii ada juga kimono, keren banget kan. Sayangnya cuma satu, jadi kalau kamu nginap berdua jadi tinggal gantian. Ada juga multisoap sabun dan shampo. Nah buat perempuan tidak usah khawatir jika ingin keramas, karena sudah ada hairdryer. Untuk sikat gigi dan odolnya dimasukkan dalam bag kecil, unik sih tapi saya jarang banget menggunakan sikat gigi hotel, lebih suka bawa sendiri.




Lobby dan Kolam Renang
Berhubung semalam check-in nya tengah malam, jadi tidak sempat melihat sekeliling hotelnya, namun ternyata lobby hotelnya juga kece, dengan plafon nya yang warna warni. Istagramable banget sih

Hotel 101 Suryakencana Bogor memang paling tepat buat yang liburan dengan keluarganya, bisa bersantai di balkon sambil menikmati suasana pagi kota Bogor sambil menyeduh teh. Tapi sayang saya cuma nginapnya sendiri doang, jadi cuma bisa melihat aja kebersamaan tetangga kamar sambil mikir kapan yah bisa punya keluarga juga. 

Terdapat dua buah kolam renang, ada untuk anak kecil dan orang dewasa. Pinggir kolam dilengkapi dengan kursi santai. Lantainya terbuat dari kayu, ini penting nih agar lantainya tidak licin. Biasanya kan anak kecil kalau liat kolam suka undercontrol jadinya lari-lari gitu. Kalau orang dewasa juga suka undercontrol jika ada cewek seksi yang sedang berenang. Ahh, tidak penting sih.





Restoran
Setelah cukup puas menikmati udara pagi kota Bogor dari balkon kamar, saya menuju restoran untuk sarapan. Restorannya berada di lantai 1, satu lantai dengan lobby hotel. Cukup memperlihatkan kunci kamar, saya pun diperbolehkan masuk ke restoran. Desain restorannya cukup eleghant dengan menempatkan lampu-lampu gantung, pilihan tempat duduknya juga bervariasi. Saya memilih dekat jendela menghadap ke kolam renang, disini pemandangan nya cukup menarik. 

Oiya, kalau sarapan di hotel biasanya menunya tidak banyak pilihan, tapi kalau di Hotel 101 Suryakencana Bogor, kamu bisa memilih sampai kamu puas. Tapi saya lebih memilih bubur ayam ikan teri, roti, chococrunch dan susu. Bogor kan dikenal dengan asinan buahnya, nah disini juga disediakan, cuma saya kurang tertarik dengan asinan di pagi hari. 





Jadi buat yang lagi liburan di Bogor, Menginap di Hotel 101 Suryakencana Bogor merupakan pilihan yang tepat. lokasinya dekat kemana-mana. Tidak jauh dari Kebun Raya Bogor dan Botani Square. Selain itu akses transportasi juga mudah, dekat dari Stasiun Bogor dan Terminal Baranangsiang.


Hotel 101 Suryakencana Bogor

Jalan Suryakancana No. 179 - 181
Bogor 16141 - Indonesia
p. 
+62 251 7565 101
f. +62 251 7568 101
e. 
sales.suryakancana@the101hotels.com

Review Hotel Ibis Bali Kuta

Liburan ke Pulau Dewata memang selalu menyenangkan, itu yang saya rasakan ketika berkunjung ke Bali tahun lalu. Jatah libur dari kantor selama 1 minggu,  membuat saya memilih Bali sebagai tempat pelarian terbaik untuk melupakan sejenak rutinitas kerjaan.

Ini adalah kunjungan kedua saya ke Bali. Saya tidak mau terulang lagi pengalaman yang sebelumnya,. Pengalaman terlantar di luar bandara. Menunggu teman yang katanya mau menjemput, tapi hampir 3 jam saya diluar tapi tak kunjung datang juga. Cerita lama tapi kalau dikenang menyenangkan juga. Tidak seperti mantan, cerita lama tapi kalau dikenang..Ah sudahlah tidak usah dibahas, nanti malah baper.

Nah, dari pengalaman itu, jauh hari sebelum ke Bali saya sudah menyiapkan segalanya mulai dari akomodasi, transportasi dan itinerary secara umum. Pertama, saya rental motor selama 5 hari dengan perjanjian diantar ke Bandara Ngurah Rai. Kedua, saya booking hotel yang lokasinya tidak jauh dari Bandara, harganya terjangkau dan tidak terlalu jauh dari Kawasan Pantai Kuta. Dari situs booking Traveloka, saya mendapatkan Hotel Ibis Bali Kuta yang harganya sekitar 300an. Ketiga, Saya sudah memutuskan bahwa Itinerary hari pertama, untuk tidak kemana-mana alias staycation di kamar.

Lokasi
Lokasi Hotel Ibis Kuta Bali sebenarnya bukan daerah Kuta, ini masih daerah Tuban. Tapi tidak terlalu jauh juga dengan Pantai Kuta. Selain harga, lokasi nya yang dekat dari Bandara dan mudah dijangkau menjadikan alasan saya memilih hotel ini.

Setelah mengurus administrasi dengan pihak penyedia rental motor di Bandara, saya pun memacu sepeda motor Yamaha Mio keluar dari parkiran Bandara. Menyusuri jalan sesuai yang diarahkan dari google maps. Melewati pertigaan Patung Satria Gatotkaca, belok kiri kemudian melewati Toko Krishna hingga saya sudah berada di depan Hotel. Lumayan dekat hanya 15 menit dari Bandara.

Pada umumnya pihak Hotel melayani check in setelah pukul 13.00 atau 14.00. Tapi Resepsionis Hotel Ibis Bali Kuta melayani saya dengan ramah, bahkan saya sudah bisa masuk kamar walaupun saat itu masih pukul 11.30. Awalnya saya berpikir akan menunggu dulu, tapi karena sudah ada kamar yang kosong maka saya diperbolehkan untuk menuju kamar lantai 5. Kesan pertama yang bagus, seharusnya semua hotel seperti ini. 

Interior hotel dari meja resepsionis hingga di depan pintu masuk lift, dihiasi dengan lukisan yang artistik bernuasa Bali. 

Sebagai hotel bintang tiga, Hotel Ibis Bali Kuta menawarkan kenyamanan yang maksimal pada setiap tamunya, mulai dari resepsionis yang ramah hingga mengantarkan saya hingga ke pintu lift dan mengarahkan lokasi kamar saya. 

Fasilitas Kamar
Kesan pertama setelah buka pintu, kamarnya lumayan luas dengan kasur yang empuk dilengkapi dengan dua buah bantal dan guling, semuanya serba warna putih agar terkesan bersih dan nyaman. Bantalnya berbahan bulu angsa, ini yang membuat saya nyaman, selalu suka dengan hotel yang bantalnya berbahan bulu angsa. Dindingnya kombinasi tembok warna putih dan lapisan kayu warna coklat. Terdapat sebuah meja panjang tepat didepan kaca jendela, dipasang kain gorden 3 warna yang bisa dibuka tutup.

Selain tempat tidur, juga terdapat lemari tanpa pintu yang ditempatkan pada sudut kamar, ada juga tempat untuk menggantung pakaian. Televisi 24 inch terpasang di dinding yang dilapisi kayu, sehingga kamarnya terkesan luas.

Selain tempat tidur, fasilitas toilet adalah bagian terpenting jika saya menginap di Hotel. Sebagus apapun hotelnya tapi kalau toiletnya kotor atau berbau, semuanya langsung saya kalikan dengan nol. tapi Hotel Ibis Bali Kuta, toiletnya luas dan bersih. Ada juga hair dryer, ini biasanya penting bagi perempuan.


Fasilitas Restoran
Selain fasilitas kamar, biasanya hotel punya penilaian tersendiri untuk restoran dan paket breakfast. Hotel Ibis Bali Kuta menawarkan dua tempat untuk sarapan, ada outdoor dan indoor. Sebuah ruang terbuka dengan jejeran kursi dan meja kayu, lantainya juga dari papan kayu. Tidak hanya itu, terdapat sebuah kolam kecil yang mengelilingi lantai kayunya, pengunjung benar-benar dimanjakan. Disudut taman terdapat juga patung khas Bali.

Kalau sarapan kamu suka pesan telur goreng gak? Nah, disini kamu bisa pesan telur goreng dengan varian rasa, ada omeleteboiled, bached, fried, scramble. Buat yang tidak suka makan makan yang berat-berat di pagi hari, kamu bisa memilih bubur ayam atau cukup roti tawar dengan pilihan aneka macam selai. Minumnya, ada pilihan jus dan jamu. 

Nah, Hotel Ibis Bali Kuta cocok gak sebagai pilihan menginap di Bali? Harga yang 300an sepertinya sangat cukup dengan fasilitas yang diberikan.

Tips : Makan yang banyak sebelum check out, agar siangnya tidak perlu makan lagi
Hotel Ibis Bali Kuta
Jl. Raya Kuta No. 77, Bali 80361
Tel: (0361) 756500

Ayo Ke Luwuk, Melihat Gerhana Matahari Total 2016

Gerhana Matahari Total 2016 (http://news.liputan6.com/)
Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) tahun 2016 merupakan momen langkah, setidaknya butuh 33 tahun setelah tahun 1983 untuk bisa melihat kembali gerhana matahari total. Saat itu saya belum lahir, jadi momen tahun ini tidak ingin saya lewatkan begitu saja. 

Ini sebuah keberuntungan bagi Indonesia karena menjadi satu-sataunya negara yang dilalui gerhana matahari, selebihnya di lautan. Diperkirakan akan banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia demi melihat Gerhana Matahari Total, bisa dilihat dari pemberitaan beberapa hari terakhir di media massa, khususnya media televisi. Semuanya memberitakan bahkan ada yang sudah siap untuk meliput secara live streaming agar semua masyarakat Indonesia bisa melihat fenomena ini.

Ketakutan-ketakutan masa dulu sudah tidak ada lagi, walaupun masih ada sih sebagian orang yang masih takut untuk melihat langsung. 

Saya takut keluar rumah nanti mata saya buta” itu artinya kamu masih berpikir tempo doeloe. 

Ada dua hal penting yang harus diketahui, pertama jangan melihat langsung pada saat matahari mulai menutup, yang kedua jangan melihat langsung pada saat matahari sudah mulai terlihat kembali. Saat itu cahaya matahari sangat terang dan bagian retina mata tidak mampu untuk melihatnya. 

Nah, bagaimana dengan lokasi Gerhana Matahari Total 2016 di Indonesia? Jauh hari sudah diumumkan bahwa beberapa kota di Indonesia akan dilalui Gerhana Matahari Total, ada kota Palembang, Bangka dan Belitung di Pulau Sumatera. Ada kota Palangkaraya, Sampit dan Balikpapan di Pulau Kalimantan. Ada kota Palu, Poso, dan Luwuk di Pulau Sulawesi. Terakhir kota Ternate. Dinas pariwisata setempat sudah siap menyambut para wisatawan yang datang, ini merupakan berkah bagi sektor pariwisata Indonesia. 

Selain kota tersebut, masih ada beberapa kota lainnya namun kamu hanya melihat gerhana matahari setengah, tapi masa iya melihat fenomena ini setengah-setengah, sempatkanlah mengunjungi salah satu kota diatas. Nah, dari daftar kota tersebut, saya sendiri akan menyaksikan momen ini di Luwuk, Sulawesi Tengah. Luwuk adalah Ibukota kabupaten Banggai, kabupaten paling timur di Sulawesi Tengah. Kota kecil dengan pemandangan perbukitan dan pantai adalah landscape kotanya. Letaknya yang di ujung timur dari ibukota provinsi, Palu. Jarak dari Palu sekitar 600 km, namun tidak menjadikan kota ini terpencil. Kehadiran Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang memiliki rute penerbangan Luwuk-Palu, Luwuk-Makassar dan Luwuk- Manado, setidaknya ada 3 kali penerbangan setiap harinya untuk ketiga kota tersebut.




Kota Luwuk memang tidak semeriah kota lainnya dalam menyambut GMT seperti Palembang, Belitung, Palu dan Ternate. Namun itu tidak menjadikan bahwa luwuk bukan menjadi pilihan terbaik untuk menyaksikan peristiwa langkah ini. Ada 3 hal yang harus kamu ketahui tentang Luwuk, disimak baik-baik yah!

Luwuk sebagai tempat Gerhana Matahari Total dengan durasi paling lama
Pusat sains antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah merilis daftar kota yang dilalui Gerhana Matahari Total beserta waktu dan durasinya. Dari data tersebut, kota luwuk sebagai kota dengan durasi waktu paling lama menyaksikan GMT, sekitar 2 menit 50 detik. Kemudian disusul Poso dengan 2 menit 40 detik dan Ternate 2 menit 39 detik. 

Bukit Keles, Spot terbaik Melihat GMT dari ketinggian.
Tidak hanya tentang seberapa lama kamu menikmati gerhana matahari, tapi di Luwuk juga mempunya spot terbaik, Bukit Keles. Dari ketinggian bukit keles kita bisa melihat fenomena ini secara langsung tanpa terhalang dari gedung bertingkat, atap rumah atau pepohonan. Tentunya kamu tidak mau, melihat GMT tapi pandanganmu tidak leluasa.  Kamu bisa mengabadikannya dari berbagai sudut dengan pemandangan laut dan kota luwuk dari ketinggian.






Pantai Kilo Lima, Spot terbaik Melihat GMT dari pantai
Selain Bukit Keles,ada pantai paling terkenal di Luwuk. Dari namanya sudah bisa ditebak, pantai ini lokasinya 5 kilometer sebelah barat daya kota Luwuk arah ke Batui. Pantai pasir putih dengan gradasi warna air lautnya yang membuat orang melihatnya pengen langsung nyebur. Menikmati Gerhana dari pantai ini, juga pilihan terbaik. Sepanjang pantai ini juga terdapat warung dengan menu andalan pisang goreng sambel ikan roa. 



Tiga alasan diatas, setidaknya bisa membuat kamu untuk berkunjung ke Luwuk. Masih ada dua hari lagi, namun sepertinya saya sudah tidak sabar melihat kejadian langkah ini. Luwuk menjadi kota pilihan saya, kamu dimana?



Kaledoskop Perjalanan Tahun 2015

Tidak terasa kita sudah penghujung akhir tahun 2015, beberapa jam lagi akan memasuki tahun 2016. Saya cuma ingin mengucapkan selamat tahun baru untuk semua pembaca blog ini. Semoga segala pencapaian tahun ini bisa berlanjut di tahun berkutnya, kalau bisa jauh lebih meningkat lagi.

Sebelum menutup tahun 2015, saya ingin mengulang kembali catatan perjalanan saya tahun ini. Tahun yang penuh dengan keberagaman dalam setiap perjalanan yang saya lewati.

DATANG KEMBALI KE PULAU BALI DAN GILI TRAWANGAN
Yeah, masih teringat berkunjung ke Pulau Dewata ketika masih kuliah, tepatnya tahun 2010. Kini saya datang kembali setelah 5 tahun. Ada yang bilang kalau mau liburan murah ala backpacker di Bali lah tempatnya, saya bilang iya tapi tidak murah-murah juga tergantung sih kamu mau kemana, menginap dimana dan naik transport apa. Semuanya pilihannya ada, tergantung kamu mau menikmati perjalananmu seperti apa. Thats why, saya mau ke liburan ke Bali.


Selain menghabiskan waktu liburan di Bali, saya juga berkunjung ke Gili Trawangan. Sebenarnya kunjungan ke pulau paling terkenal di Lombok tidak masuk dalam perencaan, semuanya berubah ketika melihat info penyebrangan murah kapal cepat dari Bali ke Gili Trawangan seharga 500 rb/PP.

Memang benar kata orang, di Gili Trawangan, kita yang orang Indonesia akan merasa seperti turis di negeri sendiri.

Info tentang penyebrangan murah dan cepat dari Pelabuhan Padang Bai ke Gili Trawangan akan saya infokan di postingan terpisah.

KELILING 3 PROVINSI DI PULAU KALIMANTAN
Perjalanan menyusuri Pulau Kalimantan seorang diri memang paling berkesan banget, ada banyak cerita dan pengalaman selama melintasi pulau terluas Indonesia "Borneo" selama 10 hari. Memilih penerbangan menuju Balikpapan dari Makassar sebagai titik awal perjalanan ini, kemudian lanjut menuju Samarinda dan Bontang. Saya menghabiskan 3 hari di Kalimantan Timur. Selanjutnya saya dilanda kebingungan, bimbang antara ke Tarakan atau Banjarmasin. Pilihan yang sulit mengingat saya ingin ke Derawan dan saya juga pengen menikmati serunya bamboo rafting di Kandangan. 

Setelah berpikir sejenak, saya pun memilih Banjarmasin dibanding Derawan, Alasannya sih mudah tapi kok saya gak kepikiran tentang itu. Sebagai seorang pejalan yang punya mimpi mengujungi 34 provinsi di Indonesia, tentunya Banjarmasin lebih unggul karena saya bisa mengunjungi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah jika memilih terbang ke Banjarmasin. Lantas kalau saya ke Derawan dengan seorang diri, tempat seromantis itu tanpa pasangan rasanya kurang lengkap. Saya akan ke Derawan bersama istri saya di masa depan. :)

Perjalanan di Kalimantan Selatan, saya mengunjungi Desa Kandangan yang terkenal dengan bamboo rafting menyusuri Sungai Amandit. Mengunjungi pasar terapung Lok Baintan yang dulu terkenal dengan iklan cap jempol dari salah satu TV swasta. Menikmati sajian kuliner Bajarmasin, ada Lontong orari, Soto Banjar di Warung Novi, dan Ketupat Kandangan serta menyusuri wisata sejarah Banjar. Cerita dari Banjarmasin juga mengenalkan saya tentang komunitas Banjarmasin Traveler.

Perjalanan lintas Provinsi dan lintas waktu itu cuma bisa kamu rasakan ketika perjalanan darat dari Banjarmasin ke Palangkaraya. Ada dua alasan kenapa saya ke Palangkaraya, pertama saya mau melihat seperti apa kota Palangkaraya, ibukota negara impian Soekarno. Itu bisa dilihat dari menara tiang pancang pertamanya yang masih ada sampai sekarang. Kedua, saya ingin bertemu langsung dengan Indra Setiawan, pemilik blog backpackerborneo.com

Adik Zapran tidak bisa diajak grufie
JAKARTA - BOGOR - BANDUNG 
Bisa dibilang sepanjang tahun 2015 saya lebih banyak menghabiskan waktu di Pulau Jawa, tepatnya di Kawasan Puncak Bogor. Mendapat tugas belajar di Petrotekno dari bulan April hingga November. Sejukya udara dan hawa dingin Puncak menjadi pemandangan setiap hari. Selama kurung waktu delapan bulan itu, saya lebih sering menghabiskan hari libur di tiga kota terdekat, paling dekat ke kota Bogor, main ke Ibukota atau paling jauh liburan ke kota kembang Bandung.

TRAVEL BLOGGER MEET UP
Tahun ini bisa dibilang tahun dimana saya bertemu banyak Travel Blogger ibukota. Kebanyakan dari mereka memang tinggal di Jakarta, Tangerang, dan Bogor. Mulai dari acara talkshow, nongkrong bareng sambil ngopi, liburan bareng hingga ada yang menemani saya tidur bareng.
Foto Bareng Blogger-Blogger Hitzz #TravelNBlog4
Ngopi Bareng Blogger-Blogger kece di Starbuck Sarinah,
Grufie Bareng Blogger Hore2

MOTO GP SEPANG 2015 MALAYSIA
Sempat terpikir bahwa paspor yang saya bikin di tahun 2013 lalu, akan tidak digunakan sampai tiba expired. Memang sih awal mulanya bikin paspor hanya buat gaya-gayaan persiapan saja. Mungkin saja ada yang ajakin liburan ke luar negeri. Iya gak?

Rezeki memang tidak pernah ada yang tau kapan itu datang, begitupun tiket gratis dari maskapai Air Asia Jakarta-Kuala Lumpur PP ditambah menginap Hotel bintang lima. Mungkin ini namanya rezeki anak sholeh. Tanpa berpikir panjang, saya pun menggunakan tiket itu untuk menonton langsung Moto GP Sepang 2015, demi menyaksikan Valentino Rossi menendang Marc Marques.


Semoga petualangan di Tahun 2016 jauh lebih menarik lagi. Saya masih punya banyak mimpi-mimpi yang belum tercapai salah satunya perjalanan menuju pelaminan. Aminkan yah..