Pulau Kecil Menyimpan Sejarah - Pulau kelor Kep. Seribu

Sunday, May 12, 2013 muhammad akbar 5 Comments

Sesuai jadwal trip dari #Sahabat jalan peserta akan mengunjungi pulau Kelor. Pulau Kelor dahulu dikenal dengan nama pulau Kherkof, merupakan pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu. Secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten administratif Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Pulau Kelor adalah sebuah pulau kecil yang menyimpan sejarah masa lalu. Pulau ini terdapat galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk mengahadapi serangan portugis di abad 17 (sumber: Artikel pembagian)

Penampakan Pulau Kelor dari atas perahu

Sisa reruntuhan Benteng Martello
Pulau yang bernama dengan pulau Kelor karena luasnya yang hanya sekitar 2 Ha dan yang paling jelas di pulau ini adalah bekas benteng Martello. Pulau yang tak berpenghuni dan sangat ramai dikunjungi di hari libur/weekend. Pulau ini juga tujuan para orang-orang yang mempunyai hobbi memancing. Menurut salah satu pemancing, spot di pulau Kelor sangat baik dan tak jarang mereka tidak mendapatkan ikan. 

Benteng Martello hanyalah saksi yang masih bertahan sampai sekarang dan mengingatkan pengunjungnya bahwa pulau ini merupakan bekas benteng pertahanan VOC. Benteng Martello adalah benteng bulat dari bata yang dibuat dengan meniru benteng Mortella di Corsica, sebuah pulau di Laut Tengah. Dulu, pulau Kelor adalah garda terdepan untuk mempertahankan Batavia dari serangan angkatan laut musuh yang menyerang dari samudera/laut. Penjagan pulau akan memantau wilayah laut di depannya dan mengabarkan pada batavia jika kapal musuh menampakkan diri.

Pulau Kelor
Benteng Martello dari sisi berbeda
Jejak kaki kami di pasir putih
Benteng Martello sebenarnya sangat luas tapi sayangnya sekarang tinggal sisa reruntuhannya hal ini disebabkan karena faktor umur dari benteng dan akibat meletusnya Gunung Karakatau. Akibat letusannya menyebabkan sebagian pulau ini hancur dan terkikis. Saya mengharapakan pulau ini akan selalu ada karena ini merupakan saksi sejarah. Pulau ini agak kurang terpelihara terbukti dengan semak-semak yang menyelimuti benteng Martello. Saya juga melihat beberapa sampah di sudut pulau, ternyanta sampah itu adalah sampah kiriman dari Jakarta. Sebenarnya pemerintah sudah memperhatikan pulau ini terbukti dari dibangunnya banguan pemecah ombak. Mari kita selalu menjaga obyek wisata terutama wisata yang menyimpan sejarah agar anak cucu kita masih bisa melihat dan merasakannya.
Sisa reruntuhan Benteng Martello

Tiang pancang sebagai pemecah ombak
Tidak lengkap rasanya ke Pulau kelor jika hanya berdiam saja di bawah pohon atau berlinding di dalam benteng. Bagi yang suka berfhoto ria tempat ini sangat cocok. pasir putih, laut biru dan background pulau sangat tepat untuk diabadikan. Saya dan teman tidak berpikir lama untuk melakukannya, percuma datang jauh dari seberang jika tidak mengabadikannaya, silahkan dinikmati kegilaan kami...(jangan iri yah)


2 jempol untuk Indonesia
Senyum Backpacker
Eksis depan Benteng Martello
Peserta #one day trip 3 pulau
Tepat pukul 10.30, bang @widhy20 selaku tour guide  memanggil semua peserta berkumpul untuk menuju pulau Cipir. Sebelum meninggalkan pulau selebar daun kelor ini kami menyempatkan foto bersama. Sebenarnya saya masih kurang puas mengeksplore pulau ini, suatu saat nanti saya masih ingin mengunjunginya. Cerita selanjutnya di Pulau Cipir dan Pulau Onrust

5 comments:

  1. Replies
    1. iya,
      silahkan berkunjung.
      murah kok cuma 100/0rang bisa keliling 3 pulau.

      Delete
  2. Sayang banget kalau sampai hilang ya, artinya bangsa kita juga kehilangan satu bukti sejarahnya.

    ReplyDelete
  3. iya semoga pulau ini akan terus ada.
    disana sudah dibangun tiang-tiang pancang yang berfungsi untuk memecah ombak.

    ReplyDelete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar