Telusur Jejak Mengalith Situs Gunung Padang #CianjurTrip Part II

Tuesday, July 30, 2013 muhammad akbar 8 Comments

Berhubung saya lagi berkunjung dan liburan di Cianjur, tapi ada satu hal pastinya menjanggal jika saya kembali ke Jakarta tanpa berkunjung ke salah satu tempat yang membuat saya sampai sekarang penasaran dengan cerita-cerita para backpacker dan ulasan-ulasan di media. Ada yang tau tempat yang saya maksud.?
Mau tau aja atau mau tau banget??

Sebelum saya berangkat ke Cianjur, saya sudah rencanakan akan berkunjung ke Situs Megalith Gunung Padang Cianjur. Mungkin ada yang belum tau ini tempat atau bahkan baru pertama kali ini mendengarnya. Kenapa saya bilang demikian karena sepupu saya yang sudah tinggal 7 tahun dan beristrikan orang cianjur tidak tau sama sekali. 

"besok, saya ingin ke Gunung Padang" cerita saya ke sepupu
"Gunung Padang???? bukannya itu di sumatera" celetos sepupu saya
"Astagfirullah, Gunung Padang itu adanya di Cianjur, salah situs megalith sebelum manusia mengenal peradaban" saya mencoba menjelaskan dari A-Z.

Situs Megalith Gunung Padang  merupakan situs purbakala atau kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Situs ini terletak di Desa Karyamukti, Kec. Campaka, Kab. Cianjur, tepatnya 20 km dari pertigaan arah Cianjur-Sukabumi. Situs Gunung Padang diprediksikan lebih besar dari Candi Brobudur karena luas kompleks kurang lebih 900 m2 dan terletak pada ketinggian 885 mdpl. Beberapa media juga mengatakan bahwa Situs Gunung Padang adalah Piramida Indonesia. Banyak arkeolog yang percaya dan ada  juga yang pesimis dengan kebenarannya tapi sampai saat ini masih dilakukan proses penggalian untuk mencari kebenarannya.
Gunung Padang Versi Arkeologi (copyright)
Minggu, 14 juli 2013
Pagi itu saya semakin gelisah dan tidak sabar ingin berkunjung ke Situs Gunung Padang. Semua perlengkapan saya sudah siapkan seperti kamera,powerbank,dan yang paling penting Syal Trip Indonesia. Kami memutuskan untuk naik motor mengingat bahwa jalan menuju kesana jelek atau belum tersentuh proses pengerasan. Berhubung kami tinggal di sekitaran RS. Cianjur dan info saya dapatkan bahwa jalur menuju kesana sangat mudah dan sudah terdapat banyak plan petujunk di sepanjang perjalanan, ini yang saya dapatkan di salah satu blog Backpacker yang sudah pernah kesana.

Start point di perempatan Hypermart Cianjur, selanjutanya kami menuju arah sukabumi jaraknya sekitaran 15 km dari titik awal tadi. anda akan melewati kantor DPRD Cianjur, selanjuntnya setelah anda mendapatkan pertigaan arah menuju Situs Gunung Padang dan Sukabumi. Dari pertigaan anda belok kiri ikuti arah petunjuknya, jaraknya 20 km sesuai dengan papan informasi.

Setelah anda memasuki jalan menuju situs yang jaraknya 20 km, anda akan mendapatkan jalanan berlumpur dan sedikit berlubang di 5 km pertama. Selanjutnya jalanan sudah beraspal, berbukit dan sempit tapi pemandangan sepanjang perjalanan sangat aduhai dan memanjakan mata. Persawahan dan perbukitan dan penampakan Gunung Gede sangat nampak jelas. Setelah anda menemukan plan yang menunjukkan 6 km lagi menuju situs, disinilah puncak pemandangan yang sangat luar biasa. perkebunan teh yang hijau, puncak Gunung Gede yang terselimuti awan tipis, langit biru dan pastinya cuaca sangat adem dan sejuk. Suasana di sini mirip dengan suasana puncak Bogor.

jalan sempit dan berbukit

Pemandangan Gunung Gede sepanjang perjalanan
Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, akhirnya kami tiba di pintu gerbang Situs Megalith Gunung Padang Cianjur. selanjutnya anda bisa memarkir kendaraan anda di parkiran yang sudah dibangun oleh pemerintah setempat. Dari pintu gerbang masih ada 1.5 km dengan jalanan berbatu dan tanjakan tapi jika anda berani mengemudi, bisa juga mengemudi sampai pos pelaporan atau pintu masuk. disini juga terdapat area parkir dan beberapa warung makan yang dikelola oleh masyarkaat setempat. Berhubung saya datang dalam suasana bulan ramadhan jadi semua warung lagi tutup.

Pintu gerbang Situs
Sebelum masuk kami terlebih dahulu menuju pos pelaporan untuk membayar iuran masuk Rp. 2000,- untuk wisatawan lokal dan Rp. 5000,- untuk wisatawan mancanegara. Kemudian jangan lupa menulis nama, alamat, jumlah, dan tujuan anda berkunjung.

Setelah proses administrasi selesai saatnya kita melakukan pendakian, jangan khawatir pendakiaanya tidak sulit kok karena untuk mencapai puncak anda akan melewati anak tangga yang sudah dibangun. Pilihan jalurnya ada dua yaitu jalur ziarah dan jalur wisata, dimana jalur wisata lebih mudah dibanding jalur ziarah namun anda harus berjalan lebih jauh. Saya memutuskan untuk naiknya lewat jalur wisata berhubung saya dalam kondisi berpuasa pada saat itu. Perlahan saya sudah menaiki beberapa anak tangga tapi masih belum melihat puncak, untuk jumlah anak tangga saya tidak tahu untuk lebih jelasnya silahkan berkunjung dan hitung sendiri. Nafas mulai ngos-ngosan dan kaki mulai terasa berat untuk dilangkahkan tapi seketika saya melihat kumpulan bebatuan dan saya percaya bahwa itulah puncak situsnya, semuanya terasa mudah dan bersemangat untuk berjalan.
Jalur ziarah

Pemilihan jalur menuju Puncak
Lama perjalanan saya naik tangga sekitaran 30 menit akhirnya sampai juga di puncak. melihat kumpulan lonjong segiempat yang bertaburan dan ada juga yang tertancap di tanah. Tampak hanya beberapa pengunjung berhubung karena masih pagi dan bulan puasa jadi pengunjung kurang banyak. Menurut seorang bapak yang ditugaskan untuk menjaga situs mengatakan bahwa minggu kemarin sebelum puasa ada sekitar ribuan pengunjung yang datang.

Saya takjub akan hamparan batu ini karena saya tidak habis pikir proses batu batu seberat ini bisa berada di puncak gunung. Situs Gunung Padang memang dulunya merupakan tempat penyembahan di zaman megalith. Ada satu batu yang berbeda dengan batu lainnya, dimana jika batu ini diketuk maka akan mengeluarkan bunyi seperti gamelan. Batu itu dinamakan batu gamelan. Ada juga batu yang diajadikan berbentuk seperti kursi dan jika kita duduk maka akan selurus dengan puncak Gunung Gede, konon katanya di batu ini lah dijadikan tempat duduk pada saat menyembah dan meminta sesuatu. Dari atas puncak situs sangat jelas kota Cianjur dan sekitarnya dari ketinggian. Berada di puncak pemandagan yang disuguhkan sangat indah.

Batu Gamelan

Hamparan batu yang tersusun rapi

Batu Kursi sebagai tempat meminta petunjuk

Syal Trip Indonesia
Indonesia itu Indah
Danau Jangari Cianjur  terlihat dari atas puncak situs
Setelah puas dan melihat-liahat dan berkeliling situs sambil mengabadikan beberapa gambar, saya pun meminta pamit dengan penjaganya untuk kembali. Saya memilih jalur ziarah untuk turunnya, memang betul jalur ini lebih singkat tapi anda harus berhati-hati karena tangganya hanya terdiri dari beberapa tumpukan batu.

Akhirnya mimpi saya untuk berkunjung ke Situs Megalith Gunung Padang Cianjur terkabul juga. Semoga proses penggalian yang dilakukan oleh tim arkeolog membuahkan hasil bahwa situs ini memang lebih besar dari Candi Brobudur

-BACKPACKER AMATIRAN_
tidak pernah lelah dan menyerah untuk mencintai Indonesia




8 comments:

  1. Hiks... pdhl kmren lewat cianjur :/ nanti klo aku mau kesini anterin yah broo

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, dari cianjur tinggal sejam lagi ke gunung padang.
      saya antar lewat doa dan info sampe menuju lokasi.
      Hehehehe

      Delete
  2. ini nih tempat yg masih menjadi misteri ampe skrg, sayang ya walau katanya lebih besar tp ga terlalu terkenal kyk borobudur

    ReplyDelete
    Replies
    1. rasa penasaran juga membawa saya sampai di Gunung Padang.
      semoga kedepannya tempat ini semakin dikenal.

      Delete
  3. Replies
    1. Tapi tidak setenar machu pichu.
      hehehhe

      Delete
  4. Kl dr stasiun cianjur ke Gn padang naik apa ya? Ongkosnya brp? Trus plg nya dr Gn padang ke terminal naik apa? Makasih infonya dan makasih

    ReplyDelete
  5. Situs Gunung Padang, sekarang jadi tujuan utama sebelum istirahat di Puncak.Indonesia Luar Biasa.

    ReplyDelete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar