Toraja part 1 : Perjalanan Menuju Toraja

Thursday, October 17, 2013 muhammad akbar 3 Comments

Perjalanan liburan ke Toraja penuh dengan cerita dan kebimbangan. Menentukan destinasi liburan terkadang saya harus berfikir lebih tapi bukan berarti saya orangnya tidak konsisten. Masih teringat jelas ingatan saya ketika di penghujung 2012 ketika itu saya mendapatkan kebimbangan antara ke Toraja atau Palu Sulteng, namun akhirnya Palu yang terpilih.

Liburan ke Toraja ini adalah liburan yang re-schedule yang akhirnya saya jadwalkan setelah lebaran idul fitri. Persiapan dan itinerary sudah tersusun rapi tapi kali ini ada lagi yang membuat saya sedikit bingung antara naik bus ke toraja atau naik motor. Hanya untuk diketahui bahwa jaraknya Makassar - Toraja sekitar 400 km dan lama perjalanan 8 jam dengan naik bus, tapi jangan parno dulu dengan lama perjalanannya karena bus menuju Toraja adalah bus kelas atas. Bus Toraja adalah bus paling nyaman, itu salah satu beberapa pendapat teman backpacker yang sudah naik bus toraja. Pikiran kembali tertuju bahwa jika saya naik motor saya akan lebih menikmati perjalanan demi perjalanan dan yang lebih penting akses selama di toraja pastinya akan lebih mudah. 

Setelah melewati proses pemikiran yang alot, akhirnya pilihan saya jatuhkan dengan naik motor. Berhubung saya lagi pulang ke sidrap. Sidrap adalah sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan dimana berada ditengah-tengah antara Makassar dan Toraja. Jika dari Sidrap saya hanya butuh 3 jam untuk sampai di Makale dalam keadaan lalu lintas lancar.

Jumat, 23 Agustus 2013
Hari itu hari jumat, saya rencanakan akan tiba di kota Makale Tana Toraja sebelum jam 12 agar bisa sholat Jumat di Mesjid Agung Makale. Tepat jam 7.30 saya meninggalkan kota rappang dengan Jupiter Z. Sebelum sampai di Toraja saya akan melewati kabupaten Enrekang. Enrekang dikenal dengan tanah tertinggi di pulau Sulawesi dimana terdapat Gunung Latimojong 3680 mdpl (wikipedia). Sebelum sampai di Toraja saya terlebih dahulu singgah di salah satu rumah teman yang ada di Enrekang untuk silaturahmi dan sekedar ngopi bersama. 

Pemandangan menuju Toraja sangat memanjakan mata dimana kita bisa melihat pegunungan di sisi kiri dan kanan. Ada satu tempat yang menjadi tujuan saya sebelum di toraja, tempat itu sedikit intrik dan unik. Masyarakat sekitar mengenalnya "Buntu Kabobong" atau Gunung Nona dimana bentuk dari gunung ini seperti kemaluan wanita. Tepat di seberang jalan ada juga Gunung Bambapuang yang mana jika di sore hari akan terjadi perpaduan bayangan antara Gunung Nona dan Gunung Bambapuang layaknya sepasang yang lagi memadu cinta.

Gunung Nona "Buntu Kabobong"
Buntu kabobong memang dijadikan sebagai rest point dengan banyaknya warung-warung di pinggir jalan. Saya memilih istirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Pemandangan yang hijau dari pegunungan dengan udara yang sejuk adalah serangkain keindahan yang saya nikmati. 

Setelah merasa cukup puas, perjalanan pun di lanjutkan menuju Toraja. Perjalanan berbelok-belok dan jalanan naik turun membuat adrenalin saya terpacu untuk mengencangkan gas motor yang membuat saya seperti berada di jalur sirkuit. Tak lama berselang saya dikagetkan dengan gapura rumah tongkonan di atas jalanan, ternyata saya sudah memasuki area perbatasan. Menghentikan motor sejenak dan mengabadikan beberapa gambar.

Perbatasan Enrekang - Tana Toraja

Falsafah hidup masyarakat Tana Toraja
Dari daerah perbatasan masih ada sekitar 30 km terlihat dari tugu kilometer bagian kiri jalan. Perjalanan sudah memasuki toraja, laju motor saya sedikit melambat karena jalanan tidak terlalu bagus. Sangat disayangkan beberapa jalanan kurang begitu mulus padahal Toraja merupakan pusat kunjungan wisatawan mancanegara yang harusnya jadi perhatian pemerintah agar pengunjung yang datang merasa nyaman. Selang beberapa menit perjalanan terhenti di pusat kota makale ditandai dengan kolam dimana di tengahnya terdapat patung lakipadada.

SELAMAT DATANG DI MAKALE, TANA TORAJA
Cerita selanjutnya
Toraja part 2 : Makale, Kambira dan Suaya

3 comments:

  1. saya suka sekali membaca blog ini. boleh tanya, awal dec yad, saya dan suami brencana mengunjungi toraja. kami suka sekali bermotor. apakah menurut akbar cukup safe bagi kami utk bermotor saja ke toraja ? disini kami sering berlibur dgn menggunakan motor ke negara lain yg berjarak hampir 1000 km (memang motornya besar sih :).. lalu litas gak sepadat di jkt kan ?.

    ReplyDelete
  2. Untuk mba wydia prjlnan ke traja sangat mnyenangkan dgn keindahan alam yg akn mnemani kita spnjang perjalan. Safe/ tdaknya itu tergntung kpda traveler sndri. Tpi lalu lntasx tnang saja tdk sprti Jakarta kok.. Gbu

    ReplyDelete
  3. Untuk mba wydia prjlnan ke traja sangat mnyenangkan dgn keindahan alam yg akn mnemani kita spnjang perjalan. Safe/ tdaknya itu tergntung kpda traveler sndri. Tpi lalu lntasx tnang saja tdk sprti Jakarta kok.. Gbu

    ReplyDelete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar