Toraja Part 4 : Batutumonga, Kampung di atas awan

Monday, October 28, 2013 muhammad akbar 42 Comments

Matahari sudah mulai kembali ke peraduannya, langkah kaki semakin cepat menuju parkiran. Mengambil tas di pos tiket tanpa melupakan mengucapkan rasa terima kasih dan sedikit menunduk sebagai bentuk rasa hormat. Berkunjung ke tempat orang itu janganlah kita merasa sombong tapi cobalah bersikap merendah agar masyarakat sekitar juga menghargai dan menerima kita dengan baik.

Memacu motor menuju kota Rantepao, di tengah perjalanan saya mencoba bertanya ke tandik.

" Tandik, Malam ini kita menginap dimana?? "  tanya saya 

" Bukannya kamu mau ke Batutumonga melihat sunrise!!! Menginap disana saja " sahut tandik

Sepengetahuan saya tentang Batutumonga itu terletak di kaki gunung sesean, dimana disana kita bisa melihat gemerlap lampu kota Rantepao di malam hari dan menikmati sunsrise di pagi hari.

Sebelum menuju Rantepao, kami singgah dulu di sebuah minimarket yang lumayan besar membeli kaos kaki dan beberapa cemilan. Sebelum keluar dari minimarket saya sempat bertemu dengan seorang tourist asing berasal dari perancis yang hendak membeli peta Toraja, Inti dari percakapan kami adalah dia sudah menghabiskan waktunya selama 3 minggu di Indonesia dan masih punya waktu 1 minggu untuk keliling Toraja dan Bulukumba. Dia sangat cinta akan keindahan Indonesia.

Meninggalkan kota Rantepao menuju Batutumonga dimana jaraknya sekitar 30 km, perjalanan pun dimulai menuju arah utara keluar dari kota kemudian menyusuri jalan beraspal dan sedikit berlubang. Ada hal yang menarik, ternyata tandik yang aslinya orang Toraja belum sama sekali ke Batutumonga. Alhasil kami sering bertanya jika perjalanan kami terasa jauh atau mendapatkan persimpangan. 

" Malu bertanya sesat dijalan, Malu bertanya jalan terus "

Ucapan terima kasih kepada orang - orang yang telah membantu kami menuju Batutumonga. Perjalanan yang menanjak dan sempit memaksa motor saya kerja ekstra. Hari semakin gelap dan cuaca semakin dingin menemani perjalan kami. Tak terasa kami sudah tiba di daerah Tinambayo, dimana dari tempat ini sudah sangat dekat dengan Batutumonga. Pemandangan dari sini sangat menakjubkan tapi sayang hari mulai gelap jadi indahnya sawah-sawah bertingkat Toraja kurang begitu terlihat.

Tepat pukul 19.00 kami tiba di Batutumonga, tapi kami masih bingung mau nginap dimana. Beberapa homestay telah terlewati tapi saya masih memacu pelan menyusuri jalan sambil melihat kiri kanan jalan. Kami pun sempat putar balik mencari penginapan yang pas yang akhirnya kami memilih Mama Rina Homestay dengan harga Rp. 125.000,-/ malam (diluar breakfast)

Mama Rina Homestay dengan arsitektur Rumah khas Toraja
Kami sudah tak punya pilihan lagi untuk mencari penginapan lain, karena cuaca dingin yang membuat saya merindukan tempat tidur. Ternyata penginapan ini menjadi pilihan favorit para tourist asing. Setelah menyimpan barang di kamar dan sholat magrib dan isya. Kami memesan 2 porsi Indomie telur + nasi dan 1 cerek kopi Toraja untuk kami berdua. Makan malam yang begitu nikmat dengan cuaca yang dingin dan pemandangan gemerlap lampu kota Rantepao yang terlihat jelas. Ruang makannya tidak diberi dinding jadi kita bisa dengan langsung melihat keluar tanpa sekat tapi cuacanya dingin pake banget.

Memilih untuk tidur lebih cepat agar kami bisa bangun sebelum matahari terbit. Untunglah kamarnya double bed sehingga kami tidurnya terpisah, jadi jangan bertanya apa yang terjadi selama kami tidur. Biarkan itu menjadi rahasia kami.

Bunyi alarm yang terdengar semakin keras membangunkan saya di tidur lelapku. Rasanya ingin tetap berada didalam selimut, tapi niat untuk melihat indahnya sunrise membangkitkan saya dari tempat tidurku. Mengambil air wudhu kemudian sholat subuh. Selanjutnya bergegas keluar menuju spot sunrise. Cuaca yang dingin bukan penghalang bagi saya untuk keluar. Ada keindahan yang sudah  menunggu diluar sana.


Matahari sudah mulai keluar dari peraduannya
Lautan awan
Saya bangga lahir di Indonesia dan Aku Cinta Indonesia
Hanya rasa takjub yang saya rasakan akan keindahan panorama apa yang ada didepan mata saya. Lautan awan dan gradasi warna langit yang begitu indah memanjakan mata. Ingin rasanya melompat dan berselancar di lautan awan. Inilah keindahan yang membuat saya berada ditempat terindah ini. Rasa syukur tak hentinya saya ucapkan, tak ada rasa penyesalan sedikutpun walaupun perjalanan menuju tempat ini begitu sulit tapi semua terbayarkan dengan apa yang akan kamu lihat.
Batutumonga, kampung di atas awan. Letaknya yang berada di kaki gunung sesean sehingga awan dan desa ini berada di satu garis lurus. Rantepao yang malamnya terlihat gemerlap lampu, pagi ini semuanya ditutupi oleh awan. Terlihat beberapa puncak bukit masih keliatan serasa ingin melompat kesana kemari.

Matahari mulai keluar dari peraduannya untuk menghangatkan embun yang dan menerangi bumi ini dengan cahayanya. Aktivitas masyarakat desa Batutumonga mulai terlihat. Saya melihat beberapa anak SD berjalan menuju sekolahnya tanpa alas kaki dan pakaian yang tidak seragam. Begitu bersemangat mereka menuntuk ilmu walaupun dalam keterbatasan fasilitas. Adik - adik ini adalah generasi bangsa yang akan mengharumkan bangsa dan negara. Sangat kontras dengan kehidupan anak sekolahan di perkotaan yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung tapi mengabaikan pendidikan. Kapitalisme dan teknologi yang membuat anak sekarang termanjakan dengan fasilitas seperti gadget, naik motor ke sekolah bahkan beberapa yang naik mobil juga.  Semoga anak muda sekarang menyadari begitu pentingnya pendidikan sehingga dengan fasilitas yang diberikan dari orangtuanya menjadi mereka lebih semangat belajar.

Syal trip Indonesia bersama dengan adik -adik dari desa Batutumonga
Gunung Sesean
Inilah sisi keindahan dari keindahan Tana Toraja. Sebagian orang mengenal Toraja dengan kuburan, rumah tongkonan, upacara kematian yang membuat mereka sedikit takut untuk berkunjung ke Toraja. Berkunjung ke Toraja datanglah ke Batutumonga, anda akan disuguhkan pemandangan alam yang luar biasa dan menakjubkan.


mengenalkan Indonesia dengan apa yang kita mampu 
tak ada kata menyerah untuk mencintai Indonesia
INDONESIANHOLIC

42 comments:

  1. Wah itu kampung benar-benar di atas awan ya... Keren abis...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, keren abis
      masih pengen kesana.

      Delete
    2. kak kapankapan datang ke toraja singgahi sarambu.itu tempat keren juga.gak nyesel deh.hehe HS.rina di batutumonga itu kamarnya agak kecil tapi setimpal dengan hargax yang murah.kami juga pernah kesana.Soalnya asli toraja.

      Delete
    3. kak kapankapan datang ke toraja singgahi sarambu.itu tempat keren juga.gak nyesel deh.hehe HS.rina di batutumonga itu kamarnya agak kecil tapi setimpal dengan hargax yang murah.kami juga pernah kesana.Soalnya asli toraja.

      Delete
  2. Itu foto kedua dari atas ajib bener ya. Belum sempet ke sini nih waktu itu. Waktunya mefet banget. Harus balik Makassar malemnya setelah seharian keliling Toraja :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, memang jarang yang kesini karena faktor jauhnya.
      Ayo berkunjung lagi ke Toraja dan nginap di batutumonga.

      Delete
  3. Keren banget kampung di atas awan. Pemandangannya indah. Indonesia memang indah banget sob.

    Salam,

    ReplyDelete
  4. Selalu ada alasan untuk kembali.. #eaa... 2 jagoanku belom ke Sulawesi, so nanti kudu kesini ;)

    ReplyDelete
  5. Keren banget awan nya, serasa berdiri diatas awan. Cuman sayang jalanan menuju tempat ini rusak banyak lubang jadi bener2 bikin capek nyetir nya :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang, ke Batutumonga emang enaknya naik motor.

      Delete
  6. Replies
    1. Iya, sangat keren
      saya sudah jatuh cinta dengan Batutumonga.

      Delete
  7. mantap bro,,kalo ke sana cobain ngetrack ke gunung sesean,,cm 4 - 5 jam nyampe puncak..
    he,,he,,he,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, nantinya mau langsung mau ke Sesean tapi masih belum tau jalur.

      Delete
  8. asli baru tahu, keren!! selain Dieng masih banyak juga ya negeri di atas awan di Indonesia kita ini, sukses!
    salam dari Bandung,
    Chandra.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga,
      Indonesia kita emang surga dunia.
      Dieng, saya blum pernah kesana. One day

      Delete
  9. Halo Salam kenal mas Akbar..
    terima kasih ya infonya tentang Tator lengkap banget.. oh ya mau tanya..
    kalau penginapan Mama Rina, dan homestay2 lainnya ke tempat spot sunrise batutumonga kayak di foto-foto mas ini jauh tidak ya,apa bisa dengan berjalan kaki?
    karena kami berencana sewa mobil dari pul bis rantepao/makale dan didrop ke penginapan dan dijemput keesokannya sewaktu akan pulang..

    Salam,
    Aprilia G ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dekat kok..jalan kaki bisa juga.
      Gak nyesel klo menginap di batutumonga asalkan cuaca bersahabat.

      Delete
    2. Ada nomor kontak homestay mama rina? saya coba googling dapat 2 nomor HP, tapi keduanya tidak dapat dihubungi.

      Delete
    3. Saya juga gak punya, waktu kesana aja bru cari.
      Ada banyak kok homestay, harganya juga sama palingan beda sedikit.

      Delete
    4. oh ya kemarin kami akhirnya dapat nomor kontak homestay Mentirotiku, moga-moga tempatnya tidak jauh dari spot sunrise seperti foto disini..

      Delete
    5. Semua tempat bisa ngeliat sunrise kok, tapi klo spot yang baik pas di depan hotel batutumonga dan area persawahan sebelum hotel.

      Delete
    6. Halo Mas Akbar,
      libur kemarin tgl 31Jan kami akhirnya sudah ke Batutumonga. Berangkat dari bandara pukul 1 siang dan sampai di Batutumonga sekitar jam 11 malam. Karena sudah malam dan gelap, kami sampai salah jalur memutar dari pasar Bolu ada petunjuk Batutumonga / Sa'dan terus keatas sampai ketemu warung kopi Tinimbayo terus keatas. Jalanannya banyak yang rusak, berlubang, jurang, tidak ada lampu jalan, ditambah lagi sepi jarang rumah-rumah penduduk. Begitu Penginapan Mentirotiku ketemu rasanya legaaaaa. Syukurlah walaupun di Jakarta, Makassar cuaca selalu mendung dan hujan, tapi di Tanatoraja sana ternyata sudah sebulan tidak turun hujan.
      Begitu pagi.... Subhanallah... lautan awan diantara pegunungan.. gak sia-sia perjalanan semalam. bahkan sampai pukul 8-9 pagi pun masih bisa kita lihat lautan awan tadi.
      Penjaga Mentirotiku Homestay memberi tahu kami, jalur yang kami lewati semalam itu memutar terlalu jauh, padahal ada jalur yang lebih dekat ke Rantepao.. dan ternyata di jalur yg "benar" ini lebih banyak rumah penduduk, jalanan lebih bagus dan lebih dekat.
      Terima kasih ya Mas buat cerita jalan-jalannya tentang Tator.. ;)

      Delete
    7. Alhamdulillah,
      Akhirnya kamu juga tiba di batutumongan dengan selamat dan bisa merasakan apa yang pernah saya rasakan, Hangatnya matahari pagi dan lautan awan.

      Memang ada jalur lain, tapi saya tidak terlalu tau makanya ambil jalur yang pasti2 saja.
      Kamu punya blog gak??

      Delete
  10. wahhhh keren chatper nyahh,,,february jalan lagi yulzz kk heheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks,
      Februari, jalan kemana yah?
      belum ada planning

      Delete
  11. mas,, kalo dari homestay Mama Rina, mau k spot sunrise bisa by walking gak ?.. cz rencana pengen sambil jogging merasakan sunrise dsn..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa kok, lokasinya bisa diempuh dengan jalan kaki.

      Delete
  12. Waah,,,Terimakasih atas reviewnya mas,, Semakin bersemangat untuk meng-explore Toraja,,saya jatuh cinta dengan foto2 mas di atas, terlebih lagi foto yang bersama anak-anak SD :D...oh ya sekalian mau nanya mas, saya denger ada festival tahunan ya di toraja mas, bagusnya kalo mau meng-explore Toraha sekalian di festival tahunan itu atau hari lain aja ya mas? mengingat denger2 lagi waktu festival Toraja bakal penuh sekali :)

    Salam

    ReplyDelete
  13. apakah bisa mintano kontak mama rina homestay ? Terima kasih.

    ReplyDelete
  14. Paling semangat baca review yang ini. Langsung masuk list. Semoga saja bisa kesini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketik di youtube cuplikan film dokumenter perjalan lihatlah episode pesona alam batutumongga

      Delete
    2. Ketik di youtube cuplikan film dokumenter perjalan lihatlah episode pesona alam batutumongga

      Delete
    3. Ketik di youtube cuplikan film dokumenter perjalan lihatlah episode pesona alam batutumongga

      Delete
  15. Mas mau tanya... Apakah masih ada nomer contact wisma/penginapan di batutumongga? Terima masih mas

    ReplyDelete
  16. Pengalaman yg sama.. prjalanan yg jauh bkin sy ragu dan bertanya ke setiap penduduk yg sy lewati..cm modal gps dan peta dr Dinas pariwisata..tp prjalanan itu gk seberapa dgn panorama yg d suguhkan..bisa liat tator dr ujung utara smpai selatan dr atas batutumonga itu luar biasa..

    ReplyDelete
  17. Selalu ada alasan untuk kembali.. #eaa... 2 jagoanku belom ke Sulawesi, so nanti kudu kesini ;)

    ReplyDelete
  18. Saya berencana bulan ini ke tana toraja apakah bnr arah ksna macet dan u smp ke kampung awan itu antri?

    ReplyDelete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar