Tetesan Kedamaian di Coban Pelangi, Malang (part 3)

Monday, November 25, 2013 muhammad akbar 16 Comments

Aura dingin di pananjakan view sunrise point dan panas di kawah bromo masih terasa. Belum lagi bukit teletubbies yang punya keindahan sendiri. Rententan destinasi telah terkunjungi namun masih ada satu lagu destinasi yang belum dikunjungi. Coban Pelangi, nama tempat yang akan kami kunjungi. Kata coban itu terkesan aneh dan hal baru saya dengar. Saya baru mengetahui bahwa coban itu sama saja dengan air terjun setelah tanya mbah google. Bagi saya yang tidak mengerti bahasa jawa walaupun sudah setahun lebih stay di Jawa. Jika di Makassar semua air yang jatuh dari ketinggian dinamakan air terjun. Air terjun juga adalah bahasa indonesia yang dikenal oleh seluruh lapisan. Oiya, di Bogor beda lagi, air terjun dinamakan curug. Mungkin ditempat lain beda juga, tapi itulah indonesia dengan penuh dengan keberagaman perbedaan.

Coban Pelangi terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Perjalanan menuju Coban pelangi disuguhkan dengan pemandangan yang tak kalah indahnya. Kami juga melewati desa asli suku tengger, pemandangan disini sangat keren dengan pemandangan perkebunan sayur. terlihat beberapa Jeep singgah disini tapi Jeep kami hanya melaju pelan sambil memandangi dari balik jendela. Saya sudah tak sabar ingin merasakan percikan air coban pelangi. 

Tak terasa jeep menepi dan berhenti di bahu jalan, terlihat beberapa jeep sudah parkir. Saya melihat sebuah plang tertancap ditanah bertuliskan Wana Wisata Coban Pelangi.
Plang depan Wana Wisata Coban Pelangi
Peta Jalur Coban Pelangi
Setelah Jeep berhenti kami segera turun dan melemaskan badan yang sangat lelah. Saya membayangkan pas turun dari jeep, Coban pelangi itu juga langsung terlihat. Ternyata itu hanya angan-angan saya. Untuk menuju di titik air terjun masih perlu berjalan lagi. Terlihat wajah Rezki, Ayu, Nia dan Icha sudah tak bersemangat lagi untuk berjalan. Saya mengerti kondisi mereka karena memang dari tadi malam kami hanya setengah tidur di atas Jeep. Tenaga kami terkuras habis di penanjakan, kawah bromo, dan bukit teletubbies. Terlihat wajah putus dari mereka, apalagi waktu hendak masuk ternyata harus bayar iuran masuk lagi. Bukan hanya saya saja yang dongkol dalam hati tapi ternyata mereka juga mempertanyakanya.

" Mas Arif mana sih?? bukannya 250 ribu sudah include semua " sahut Rezki dengan muka cemberut

" Iya, kami juga bertiga bayar segitu " Jawabku dengan sedikit kesal

Kami masih asyik duduk sambil menunggu mas Arief muncul. Uccank berjalan menuju loket dan membeli 7 potongan tiket. Untuk tiket masuk seharga Rp.6.000,-/ orang. Saya dan Guna saling berpandangan kemudian tersenyum melihat aksi Uccank yang menjadi pahlawan dengan membelikan kami tiket. Sungguh tulus hatimu Uccank, kau seakan jadi pelipur lara bagi kami. Sontak muka kami sumringah dengan perasaan yang tidak enak sudah dibayarkan. Saya sih punya uang untuk bayar tiket begitupun dengan Rezki dan temannya, tapi ini masalah tanggung jawab dari mas Arief yang sudah berikan kami PHP (pemberi harapan palsu). Begitulah kata anak alay sekarang jika dicampakkan oleh pasangannya.

" Terima kasih ya Uccank, kau sangat baik " begitulah kira-kira kata hati kami

Kami pun masuk berjalan beriringan melewati jalan setapak yang menurun. Jarak dari pintu gerbang ke air terjun sekitar 1 km. Jalur ke air terjun memang penurunan tapi tak terbayangkan bagaimana pada saat pulangnya. Abaikan dulu pikiran itu, saya hanya mencoba menikmati perjalanan dengan ditemani pohon yang menjulang tinggi. Terlihat juga ada sebuah pondok yang menjual makanan dan minuman. Sebelum turun Rezki membeli gorengan untuk dijadikan cemilan nanti di dekat air terjun. Kami masih terus berjalan tapi tanda-tanda air terjun belum telihat juga. Ada juga lokasi camping ground, terlihat sekelompok anak pramuka lagi sibuk dengan aktivitasnya.

Jembatan Bambu
Tak terasa di tengah perjalanan kami harus melewati sungai dengan berjalan di atas bambu. Tak ada sedikit keraguan dari saya untuk melewatinya. Bambu yang tersusun rapi yang saling berkaitan dan saling menguatkan. Terlintas di pikiran saya, bahwa kita harus mengambil filosopi  hidup dari jembatan bambu. Jika kita hanya sendiri maka kemampuan kita terbatas tapi jika bersatu maka segala kelemahan dan kelebihan kita masing-masing akan bersatu dan saling menguatkan. Ingatanku seketika kembali pada peta jalur yang ada di gerbang dimana jika sudah melewati jembatan bambu maka lokasi air terjun semakin dekat. Mendengar suara gemercik air yang pelan spontan langkahku terhenti dan mendengarkan dengan jelas bunyi itu. Dengan keyakinan kalau air terjun sudah di depan. Wajah sumringah kesenangan pun terpancar dari muka kami.
Air yang turun dari ketinggian sekitar sepuluh meter dan jatuh di gumpalan air, begitulah gambaran apa yang saya lihat. Kami memilih istirahat di sebuah pondok tua. Perjalanan yang sangat melelahkan, sekantong gorengan dari rezki kami lahap walaupun awalnya saya segan tapi karena rasa lapar membuat saya mengesampingkan perasaaan itu. Gorengannya sangat enak banget, mungkin karena momentnya pas jadi semua yang masuk pasti enak. Terlihat juga yang lain masih mengunyah sambil memandangi air terjun.

" Ayo, turun ke bawah sana !!! " ucapku mengajak mereka sambil menunjuk air terjunnya

" gak deh, biar disini saja jaga tas " balas Rezki didukung oleh Ayu

" Tasnya gak apa-apa ditinggal, aman kok disini "  ucapku dengan penuh harapan

Ternyata Guna, Uccank, Nia dan Icha tertarik dengan ajakanku. Berjalan menuju air terjun, jalannya harus hati-hati karena licin dan bebatuannya juga sudah berlumut. Hanya beberapa langkah, hembusan gemercik air sudah terasa dan membasahi. Saya melangkah mendekat kemudian disusul lainnya, gemercik air pun semakin keras.

" Woi, ada pelangi...pelangi " ucapku dengan spontan

" Iya, keren..keren " ucap Guna sambil melihatnya

" Oh ternyata ini alasannya, kenapa dikatakan coban pelangi " pikirku dalam hati

Saya kemudian mengambil air dan mengusapnya di seluruh bagian muka, sungguh nikmat sekali. Mengulang di bagian kepala dinginnya air terasa hingga di ubun-ubun. Kemudian saya melihat keatas dan membentangkan tangan saya kesamping seolah-olah adegan titanic. Saya memejamkan mata dan merasakan setiap tetesan kedamaian yang membasahiku . Tak cukup dengan itu saya pun berteriak bebas sekencang-kencangnya tentang apa yang saya rasakan. Semua masalah yang tersimpan saya teriakkan dibawah air terjun. Suara keras saya seakan lenyap oleh suara hempasan air. Saya merasa sangat plong dengan apa saya lakukan.

" Jika punya masalah, teriakkan semua masalahmu disini " Ucapku ke mereka semua

Coban Pelangi


Kami kembali naik ke atas setelah puas bermain air hingga basah kuyup. Oiya, sebelum balik dari coban pelangi, kami sempatkan foto bersama. Tak ada rotan akar pun jadi, tak ada tripod tas pun jadi. Dengan tas disusun dan mengatur timer kamera, kami pun siap beraksi.  Masih teringat sebelumnya dimana kami masih segan untuk saling menyapa kini kami sudah saling mengenal. Perjalanan Bromo yang punya banyak cerita. Bangga bisa liburan bareng bersama kalian.

Senyum Kebersamaan Untuk Indonesia
Bagi yang ingin berkunjung ke Bromo dan anda hanya sendiri atau tidak cukup untuk sewa 1 mobil Jeep dengan alasan kemahalan. Ikut open trip adalah salah satu solusinya, selain murah anda juga dapat teman baru dengan perjalanan yang menyenangkan. tapi tergantung juga sih orangnya!!! Sebelum menutup perjalanan Liburan saya ke Bromo bersama 2 orang temanku dan kini punya teman baru, ada Rezki, Icha, Ayu dan Nia. See you when I see you.

" Kita bukan mencari teman untuk travelling tapi Travelling untuk mencari teman " Arief Julio s. Budi


Total Pengeluaran:

Balapan Gokart di Jatimpark 1     : Rp. 105.000
City tour Malang                          : Rp. 15.000,-
 (Alun-Alun dan Balaikota)
Tiket masuk BNS                        : Rp. 20.000,-
Tiket masuk Lampion Garden      : Rp. 12.500,-
Iuran Open trip                           : Rp. 250.000,-
  (Penanjakan, Kawah Bromo, Pasir Berbisik, Bukit Teletubbies dan Coban Pelangi)

*Pengeluaran diatas tidak termasuk tiket masuk Jatimpark dan nginap di Hotel Sahid Montana (gratis). Untuk makan dan souvenir anda bisa tentukan sendiri pengeluarannya. Menuju Bromo saya dijemput di Malang kemudian jalurnya lewat tumpang.


16 comments:

  1. Cakep air terjun nya, kmrn sempet mau mampir sepulang dari semeru tapi ngak keburu dah terlalu sore

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cakep banget, tetesan airnya itu bikin hati adem setelah berpanas-panas ria di Bromo.
      bang cumi sudah ke semeru?? kirain anak pantaiholic..hhehehe **gak ada adegan bikini***

      Delete
    2. Hahahaha ... eh ada air terjun lagis etelah coban plangi, kata nya jauh lebih keren

      Delete
  2. belum sempat kesini...keren ternyata...

    ReplyDelete
    Replies
    1. air terjunnya keren bisa ngeliat pelangi.

      Delete
  3. wahhhh baru tau neh nama air terjunnya.kerennnn....Tau-nya coban rondo yang di malang hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Coban Pelangi masih kawasan TNBTS, jadi pulang dari bromo bisa mampir disini karena masih 1 jalur.

      Delete
  4. Iya belum sempat ke sini, kayaknya harus balik lagi ke Bromo deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau ke Bromo lagi jangan lupa mampir di sini

      Delete
  5. Ruang di belakang air terjun itu angker loh mas hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oiya, saya juga segan ke belakang air tejun.
      tak mau ambil resiko, apalagi saya seorang pendatang.
      thanks infonya.

      Delete
  6. Sama juga dengan di Curug Gendang, di Carita-Banten, ada pelanginya, cuma sayang nya nggak punya kamera waterproof untuk bisa motret. soalnya untuk bisa liat pelangi, kudu nyebur-nyebur. hiks.. kapan-kapan pingin ke coban pelangi juga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, jika mendekat ke air terjunnya, pelanginya terlihat melengkung.
      sama mba', saya juga gak bisa motret..
      kalau ke Bromo, bisa mampir disini.

      Delete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar