Semarang (part 1) : Jalan Sendiri Keliling Kota Semarang

Monday, December 16, 2013 muhammad akbar 42 Comments

Perjalanan ke Semarang merupakan catatan perjalanan pertama kali dengan solo trip atau liburan seorang diri. Tentunya saya harus lebih berani dibanding jika liburan bersama teman. Banyak hal yang harus dipersiapkan mulai dari itinerary, fisik, mental dan tentunya isi dompet. Saya harus lebih madiri dan bijak dalam menghadapi masalah. Sebenarnya travelmate sangat ngebantu banget buat saya yang punya sifat teledor dan pelupa, contohnya beberapa kali saya harus diingatkan jika HP saya terkadang salah simpan dan membuat mereka panik. Mungkin mereka yang sering ngetrip bareng sama saya akan mengerti. Anyway, tapi inilah saatnya saya buktikan ke mereka kalau saya sudah tidak teledor dan pelupa.

Sabtu, 09 November 2013
Kereta Blora Jaya AC dengan pemberangkatan pukul 04.40 WIB mengantarkan saya ke Semarang dengan harga tiket 28.000,-. Perjalanan pun dimulai dimana saya hanya ditemani tas daypack dan tas kecil berisi kamera. Memilih duduk didepan seorang ibu yang ditemani oleh suaminya dimana tangannya saling merangkul sedangkan saya hanya duduk sendiri, sungguh kasian nasibku. Di luar sana masih gelap dan kondisi saya masih mengantuk, mungkin sebaiknya saya istirahat dulu mengingat perjalanan masih panjang.

Matahari pagi memancarkan kehangatnnya dan menyilaukan mata saya, yang masih tertidur pulas dengan kondisi memeluk tas. Perjalanan sudah 1 jam meninggalkan kota Cepu, jika dari jadwal kereta dimana akan tiba di Stasiun Poncol semarang pukul 09.00 pagi. Saya kembali tertidur dan berharap ketika saya bangun sudah tiba di Semarang. 

Setelah beberapa Stasiun yang terlewati  kini mulai memasuki kota Semarang. Kereta yang tadinya melaju kencang kini mulai melambat. Sebenarnya di Semarang ada 2 Stasiun tapi saya memilih turun di Stasiun poncol karena lokasinya yang berdekatan dengan tujuan pertama saya.

Selamat Pagi Semarang
Alhamdulillah setelah melewati 4 jam perjalanan di atas kereta akhirnya tiba juga di tujuan akhir. Ketika tiba  saya langsung mencari toilet, karena kebiasaan di pagi hari. Toiletnya bersih dan harum. Setelah rutinitas wajib terselesaikan saya cuci muka dulu karena sepanjang perjalanan saya hanya tertidur.
Tujuan pertama adalah Kota Lama Semarang, menurut informasi yang saya dapatkan dari mbah google, jika Kota Lama merupakan kota pertama dari semarang,  pada saat Belanda masih menguasai negeri kita seperti Kota Tua di Jakarta. Ada beberapa bangunan yang sudah berwajah usang tetapi masih dipertahankan agar nilai-nilai sejarah masih bisa kita lihat. Sebenarnya Semarang adalah kota yang penuh dengan sejarah jadi kebanyakan tempat yang akan saya kunjungi  adalah tempat-tempat bersejarah.

Sebelum ngebolang dimulai, saya sarapan dulu di warung di depan stasiun tepat di samping gedung Pabrik Rokok Praoe Lajar. Saya memesan nasi campur dengan porsi lebih banyak seharga 9.000 menjadi sumber energi saya untuk hari ini. 

KOTA LAMA SEMARANG
Jangan membayangkan Kota Lama seperti Kota Tua di Jakarta, tak ada tanda-tanda kalau tempat saya sekarang ini adalah kawasan kota lama. Saya hanya berjalan lurus dan menyusuri jalan, tujuan saya adalah Gereja Blenduk. Ya, disini baru mulai terasa karena disampingnya ada taman dan terlihat beberapa orang yang sedang asyik bercengkrama dan sesekali mengambil gambar.

Gereja Blenduk yang berasitektur Eropa
Sebuah Gereja dengan arsitektur Eropa dan beberapa gedung disampingnya juga terlihat tua. Mencoba menikmati perjalananku dengan  mengangap orang yang saya temui adalah teman. saya dapat informasi kalau di sini ada beberapa gedung tua yang sering dijadikan sebagai objek oleh seorang photographer. Memutar balik arah dan menyusuri jalan beraspal dan menjepret setiap sudut gedung. Kurangnya informasi yang saya dapatkan membuat saya tak lama berada di tempat ini. Semoga pemerintah setempat khususnya bagian pariwisata bisa lebih memperhatikan Kota Lama yang menurutku punya potensi wisata jika dikelola dengan baik

Pabrik Rokok Praoe Lajar (Perahu Layar)
Gedung Marba
Kota Lama Semarang
LAWANG SEWU
Perjalanan dilanjutkan ke destinasi selanjutnya, tujuan saya Lawang Sewu. Sebelum berangkat saya selalu sempatkan bertanya untuk dapatkan info yang lebih jelas, dari ibu warung saya dapat info bahwa untuk menuju Lawang Sewu cukup naik bus dan turun di perempatan lampu merah dekat tugu pemuda. 

Lawang Sewu
Lawang sewu adalah salah satu tujuan wisata utama jika berkunjung ke Semarang. Lawang artinya pintu dan Sewu artinya seribu, jadi lawang sewu adalah seribu pintu. Gedung yang penuh dengan sejarah dan cerita mistis. Tiket masuk 10.000,-/orang untuk orang dewasa, dari pos tiket berjalanlah ke arah kanan atau jalur masuk menuju halaman gedung. Ada beberapa gedung dengan label masing-masing, terlihat jelas Lawang Sewu memiliki banyak pintu tetapi jika diperhatikan tidak semuanya pintu melainkan jendela, dan ternyata pintunya tidak cukup1000 tapi memang ada ratusan sih, dicukupkan saja!

Beberap pemandu menawarkan jasanya jika anda membutuhkan informasi lebih detail dengan tempat ini. Pemandu dengan baju batik seragam banyak kita jumpai di halaman gedungdibawah pohon mangga besar. Berhubung saya sendiri, makanya saya harus mencari rombongan untuk bisa share cost. Sambil menunggu, saya mengambil beberapa gambar karena cuaca sangat bersahabat terlihat langit yang membiru dengan balutan awan yang memutih yang membuat saya betah mengambil gambar.

Gedung Lawang Sewu
Beberapa rombongan pun mulai berdatangan tetapi saya masih memilih-milih. Diantara beberapa rombongan, ada 1 rombongan yang terlihat lebih ramah dibanding yang lain. Ada 5 orang yang ternyata mereka dari jakarta, saya pun ikut dengan mereka menyusuri setiap sisi gedung.  Gedungnya ada 3 lantai tetapi ada juga lantai paling  atas, yang katanya dulu dijadikan sebagai tempat penyimpanan bahan pangan dan tempat untuk pos pemantau. Selain itu ada juga ruang bawah tanahnya yang dijadikan sebagai ruang tahanan. Diantara semua lantai, ruang bawah tanah lah yang sangat istimewa tetapi tidak semua orang bisa berkunjung kesana, hanya orang-orang yang berani dan bernyali. 

Ruang bawah tanah lawang sewu yang penuh dengan cerita mistis, dimana  pernah dijadikan sebagai tempat uji nyali di salah satu TV swasta. Konon ceritanya, orang yang ikut uji nyali tersebut mengalami sakit jiwa dan selalu merasa diikuti, dari kejadian itulah kemudian tempat ini dilarang dijadikan sabagai tempat uji nyali.

Jika anda tertarik turun, pengunjung harus membayar lagi 20.000,-/orang untuk penyewaan sepatu boot dan senter. Saya mengiyakan saja ketika pemandu menawarkan untuk turun ke ruang bawah tanah. Sebelum turun kita harus bersihkan niat kalau kunjungan kita hanya untuk melihat bekas-bekas sejarah bukan untuk niat yang lain.

Sebuah tangga kayu menghubungkan kami ke ruang bawah tanah. tempatnya gelap, pengap dan lantainya berair. tak ada titik cahaya yang terlihat ketika kami tiba karena memang sengaja semua alat penerang dimatikan untuk merasakan bagaimana suasana sebenaranya tempat ini. Oiya, ruang bawah tanah ini dulunya dijadikan sebagai tahanan untuk orang-orang pribumi oleh penjajah. Ada banyak sekat-sekat ruangan dan ada juga seperti kolam, konon ceritanya di dalam ruangan yang terdapat kolam dijadikan sebagai penjara jongkok, dimana kolam diisi air kemudian para tahanan dimasukkan kedalam sampai meninggal. Sungguh keji dan kejam.

Ada lagi yang lebih kejam, dimana terdapat sebuah sekat ukuran kecil, namanya penjara berdiri. Para tahanan dimasukkan kedalam hingga sesak kemudin pintunya ditutup dan dibiarkan sampai mereka meninggal. Terbayang gak jika ruangan itu muatnya untuk 5 orang tetapi diisi oleh 10 orang terus pintunya ditutup dan kita didalam mati berdesak-desakan. Itulah yang dirasakan para tahanan dulu. Terdapat juga beberapa ruangan yang sudah ditutup dengan beton, konon ceritanya tempat ini sengaja ditutup permanent karena didalam masih tersimpan bangkai para tahanan.
Jejak sejarah masa lalu di ruangan bawah tanah ini sungguh tidak berperikemanusian, sungguh beruntunglah bagi kita yang hidup di zaman modern ini. sebelum meninggalkan, kukirimkan doa untuk mereka yang meninggal ditempat ini dan berharap mereka diberikan tempat yang terbaik disisi sang pencipta.

Penjara Berdiri
Rombonganku di tempat lokasi uji nyali
Sebelum meninggalkan Lawang sewu, saya sholat dzuhur dulu di musholla yang berada di sudut gedung. Destinasi selanjutnya ke Vihara Sam poo kong. Setelah sholat saya bertemu seorang pemandu wanita, dia sarankan untuk ke MAJT terlebih dahulu karena akses transportasi lebih mudah dibanding ke Sam Poo Kong. Itinerary pun saya berubah dan saya mengikuti sarannya.

MESJID AGUNG JAWA TENGAH (MAJT)
Cuaca Semarang yang panas, membuat saya dehidrasi. Terlihat indomaret di seberang jalan kemudian saya memilih 2 botol pulpy. Istirahat dulu sambil menikmati setiap tegukan pulpy sambil menanyakan jenis angkot yang menuju MAJT. Untuk menuju Mesjid Agung Jawa Tengah, saya harus naik angkot warna merah kemudian turun di Lottemart. Kemudian lanjut lagi naik becak karena angkot agak susah untuk jalur masuk ke MAJT.

Tampak Mesjid Agung Jawa Tengah dari Menara Putar.
Mesjid Agung Jawa Tengah adalah mesjid terbesar di Semarang dan menjadi kebanggaan kota Semarang. Mesjid perpaduan arsitektur Jawa, Arab dan Romawi. Setiap sisi mesjid memiliki arti dan maksud sendiri. Apa saja mari kita simak penjelasannya dari informasi saya dapatkan.

Dibagian depan sebelum masuk kita akan melihat 9 air mancur yang menandakan 9 wali songo, Sembilan orang wali yang menyebarkan agama islam di tanah Jawa. Lanjut lagi ada 5 air mancur yang menandakan Lima rukun islam. Menara putar yang tingginya 9.9 meter yang menandakan 99 Asmaul Husna. Setelah kita berjalan mendekati mesjid kita akan melihat bangunan  melingkar mempunyai 25 pilar yang menandakan 25 Nabi/Rasul. Bangunan ini menyerupai coloseum Roma. Tak cukup sampai disini, Terdapat 6 buah payung raksasa yang  menyerupai payung yang ada di Mesjid Nabawi di Arab. Jika mesjid ini sudah bernuasa Arab dan Roma tetapi ciri khas mesjid Jawa tak tetap dipertahankan terlihat dari adanya kubah bersusun menyerupai Mesjid Demak dan Mesjid Kudus.

Sungguh berutung rasanya saya bisa berkunjung. Tak ayal saya tak menyia-nyiakan kedatanganku, saya memilih naik di menara putar lebih dulu dimana dari atas kita bisa melihat Mesji Agung Jawa Tengah dari atas dan tentunya Kota Semarang. Sebelum naik kita membeli tiket masuk 5.000,-/orang kemudian naik lewat scalator. Selang beberapa menit saya sudah berada di lantai paling atas. Hembusan angin sangat terasa karena hanya dibatasi trali besi yang sengaja dibuka sehingga angin bisa leluasa masuk.

Ada banyak pengunjung sudah berada diatas. Terdapat juga teropong yang bisa digunakan untuk melihat Kota Semarang dari dekat, tentunya harus dimasukkan koin pecahan 1000 sebelum digunakan. Saya memilih selojoran dan sempat tertidur juga, namun berhubung waktu sholat ashar sebentar lagi, saya pun turun menuju mesjid. Oiya sebelum turun saya sempatkan dulu berkunjung ke museum yang ada di lantai 3 dan 4. Sejarah Islam di tanah jawa dan proses pembangunan mesjid bisa kita dapatkan disini.

Dibalik kemegahan Mesjid Agung Jawa Tengah, ternyata punya kekurangan juga dari segi kebersihan. Tempat wudhu dan toilet yang pengap dan sedikit berbau tampaknya kurang diperhatikan, terlebih lagi ketika saya hendak berwudhu air yang keluar dari kerang warnanya sangat keruh. Saya sangat tidak nyaman dengan kondisi seperti ini. Jawaban yang saya dapatkan dari salah satu petugas bahwa kurangnya air karena  musim kemarau. Apapun alasannya, semoga ini bisa lebih diperhatikan untuk kenyamanan jemaah.

Halaman Mesjid dengan payung raksasa
Bangunan Pilar yang menyerupai Coloseum Roma

Koleksi Al Qur'an dengan Ukuran 145 cm dan 95 cm

Eksis dulu sebagai bukti kunjunganku

SIMPANG LIMA SEMARANG
Sebenaranya tujuan awal saya ke Sam Poo Kong tetapi jadwal kunjungan disana hanya sampai jam 3 sore, maka dengan berat hati saya tak bisa kesana. Hari sudah mulai sore, saya lebih memilih turun di kawasan Simpang Lima Semarang.

Simpang Lima Semarang merupakan pusat ibukota semarang, memang benar kalau disini terdapat 5 persimpangan. Terdapat juga lapangan besar dengan pasilitas olahraga untuk warga Semarang atau lebih dikenal dengan alun alun. Sepanjang jalan ada banyak warung kuliner dan juga terdapat mall. 
Sore hari di Simpang Lima sangat ramai dikunjungi oleh beberapa pengunjung, banyak aktivitas yang bisa dilakukan disini seperti naik sepeda, Atv, olahraga dan kegiatan lainnya.

Menikmati senja hari dengan wisata kuliner kota semarang. Datang ke suatu tempat tanpa menikmati kuliner khas adalah sesuatu hal yang wajib. Pilihannya pun jatuh ke soto semarang, sotonya agak mirip soto lamongan dimana nasinya sudah dicampur kedalam. Makanku sangat lahap hingga soto semarang hanya hitungan menit sudah habis. Seperti kata pak bondang, Manyooosss. wuenak tenang.

Simpang Lima di kala senja
Hidangan 1 porsi Soto Semarang
Pengeluaran Hari Pertama
  • Tiket Kereta                                                : Rp. 28.000,-
  • Nasi Campur                                               : Rp. 10.000,-
  • Bus Kota lama - Lawang Sewu                    : Rp.  4.000,-
  • Tiket Lawang Sewu                                      : Rp. 10.000,-
  • Penyewaan Sepatu + Guide                          : Rp. 30.000,-
  • Pulpy 2 botol + Roti                                     : Rp.15.000,-
  • Angkot Lawang Sewu -  MAJT                    : Rp.14 .000,-
  • Tiket Menara Putar                                       : Rp.  5.000,-
  • Angkot MAJT - Simpang Lima                     : Rp. 14.000
  • Soto Semarang                                             : Rp. 10.000,- 
  • TOTAL                                                       : Rp. 140.000,-

Lets travel to experience the beauty of Indonesia
@indonesianholic
www.indonesianholic.com

42 comments:

  1. Gw blm sempet ke mesjid agung nich ;-( kalo semarang demen kuliner nya trus nongkrong di toko oen menikmati lumpia + ice cream nya itu sesuatu banget haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saya lebih banyak wisata sejarahnya, kulinernya yang kurang.
      Toko Oen, pernah sih saya dengar. kalo ke semarang lagi mau lebih banyak wisata kulinernya deh.

      Delete
    2. Jadi malu nich, karena gw kok ngak begitu suka wisata sejarah hehehe

      Delete
    3. Gak usah malu bang,
      Setiap orang punya kenyamanan sendiri dengan jenis destinasinya.

      Delete
    4. Asek ... aku suka jawaban nya. Biasa nya kalo gw bilang kalo ngak demen wisata sejarah, langsung gw di hujat. Dan sudah perna ngalamin itu di depan banyak orang, sama salah satu travel blogger juga hahahahahaha

      Delete
    5. Saya kan sayang bang cumi...hehehhe
      Masa' sih!!!..menurutku kesenangan orang tak bisa dipaksakan, asalkan tidak saling mencela.

      Delete
  2. Yang sangat saya suka di semarang adalah Lawang Sewu dan kota tuanya, hanya saja masih belum sempat ke masjid agungnya. Nice post! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks mas
      Cuma kota tua nya kurang terkelola.

      Kalau ke semarang, mampirlah ke mesjid agung.

      Delete
  3. Lebih asik di djokdja...ane pernah dinas disana, cm bertahan setahun gan...entahlah rasanya krg nyaman aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap daerah punya keunikan sendiri.
      Menurutku Jogja dan Semarang sama2 punya wisata sejarah yg kental.

      Delete
  4. Masjidnya kayak di Mekkah yaa.., Penjara Lawang Sewunya Serem.
    Aku jadi geli ngebayangin Akbar di kereta, mungkin begitu jg ya perasaan teman2 kalo ngetrip bareng aku dan Bang Tio. wkwkwk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jika belum punya uang untuk berkunjung ke mekkah cukup ke Mesjid agung semarang.

      Hahaha, sepertinya, cuma gak mau bilang..takut ngeganggu.

      Delete
  5. Referensi yg baik jika kita ingin berkunjung ke kota semarang.. Salam traveller...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam Traveler
      Thanks sudah menjadikannya referensi.

      Delete
  6. wah izin nyontek detinasi perjalanannya ya..

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. nice trip bang...
    bisa buat referensi kalo lagi jln ke sana.
    anti mainstream.. hehehehe

    ReplyDelete
  9. Selamat datang di kota semarang, kak ..
    numpang follow yah
    kapan2 coba eksplor kab. semarang
    candi gedong songo, museum ambarawa :)

    Cheers - Isna

    ReplyDelete
  10. agan akbar, aku rencana bulan depan mau ke semarang, berhubung destinasi awal dari st.poncol mau ke masjid Agung, boleh dong minta reverensi kendaraan umum menuju kesana trus setelah itu mau ke sam poo kong :)terima kasih sebelumnya..

    ReplyDelete
  11. halo mas, mau tanya dong, jadi kalo ga share cost sebenarnya sewa guide di lawang sewu nya barapa ya? buat persiapan aja, karena saya mau datang ke sana weekday, takutnya sedikit rombongan yang mau saya tempelin, hehehe. thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertanyaan yang sama seperti mba Herlina, karena kebetulan saya juga berencana ke sana saat weekdays. :)

      Delete
  12. Makasih catatan perjalanannya. Sangat membantu bwt yg mau backpakeran.

    ReplyDelete
  13. Halo mas Akbar. Saya baru baca blognya karena saya minggu depan ada rencana ke semarang. Boleh diberi info untuk sewa guide di lawang sewu berapa ya? Karena saya berkunjung pas liburan panjang nanti. Mohon infonya. Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saat ini saya tidak tau tarifnya, tapi alangkah baiknya nimbrung aja jika ada rombongan.

      Delete
    2. Hai Mbak Prisca,, kebetulan januari lalu saya berkunjung kesana untuk tarif guidenya seingat saya 30rb rupiah dibayarkan diloket, karena bapaknya baik dan sabar banget motret2in aku dan temen aku trus aku kasih tips tambahan.. klo bisa kesana pagi mbak cahaya untuk fotonya mendukung banget.

      Delete
  14. Halo mas Akbar. Saya baru baca blognya karena saya minggu depan ada rencana ke semarang. Boleh diberi info untuk sewa guide di lawang sewu berapa ya? Karena saya berkunjung pas liburan panjang nanti. Mohon infonya. Terima kasih

    ReplyDelete
  15. berguna banget nih,numpang nyontek rute nya ya bang,, sabtu depan mau kesono :)

    ReplyDelete
  16. wah masjid agungnya keren banget, pingin banget kesana kalau ke semarang lagi

    ReplyDelete
  17. Kapan ke Semarang lagi Kak Akbar? Aku ga bosen2 loh ke Semarang. Bolehlah ngetrip bareng kita. Sama kak Nunu udah, sama kamu belum. Masa ngopi doang? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga gak pernah bosan ke Semarang, walaupun baru sekali kesana tapi rasanya belum puas. masih banyak tempat yang mau saya datangi

      Delete
  18. Sama mas, masih banyak banget tempat yang belum didatangi, apalagi disekitarnya. Berapa postingan itu ya wkwkwk

    ReplyDelete
  19. Wah. semarang emang hebat! #semarangHebat sih.
    Aku paling suka jelajah kota pusaka-nya. Heritage disana sangat epik e. Lawang sewu tetep g pernah ketinggalan pokoknya.

    Salam kenal ya mas

    ReplyDelete
  20. Halo, mas. tanya dong hehee setauku stasiun yg dekat dengan kota lama itu stasiun tawang ya, bukan poncol,, apa gimana? :D

    ReplyDelete
  21. Semarang Seru sayang kurang terawat dan kurang ada plang plang wisatanya. jadi kalo jalan sendiri harus lebih niat baca gmaps nya haha

    -M.
    https://inklocita.blogspot.co.id/2016/11/impulsive-weekend-trip-awal-mula.html

    ReplyDelete
  22. Duh aku belum pernah ke masjid agung, padahal pernah kesemarang dan pengen banget ke mesjid agung

    ReplyDelete
  23. halo gan, ada rekom hotel deket kota lama kah? yang murah juga hehe kira2 untuk 3 hari an gitu

    ReplyDelete
  24. bang akbar rencana nya tanggal 2 januari aku mau ke semarang nanya nih kalo sore apa masih ada bus dari simpang lima ke stasiun poncol?

    ReplyDelete
  25. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai "Semarang (part 1) : Jalan Sendiri Keliling Kota Semarang".
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai pariwisata yang bisa anda kunjungi di disini

    ReplyDelete
  26. Keren ceritanya. Foto nya asyik2 punya. Mantab!!

    ReplyDelete
  27. makasih infonya, mungkin bisa jadi bahan rujukan kalo maen ke semarang.

    ReplyDelete
  28. Hallo mas, kapan nih mau ke semarang lagi? nanti kita trip bareng di kota semarang, selain laawng sewu, kota tua, mesjid agung, di semarang juga masih banyak tempat-tempat wisata lainnya lo mas, salam traveller mas, miudah mudahan kita bisa ngetrip atau back packer bareng yah hehehe .

    ReplyDelete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar