Liburan Bersama di Air Terjun Tirtosari Sarangan

Tuesday, February 18, 2014 muhammad akbar 18 Comments

Kunjungan saya di Telaga Sarangan dalam sebuah liburan bersama teman, liburan kali ini lebih banyak mengikuti jadwal yang sudah diatur. Sesuai dengan schedule, hari minggu pagi tanggal 26 januari 2014 kami akan menuju Air Terjun Tirtosari yang lokasinya sekitar 3 km dari Telaga Sarangan. Berhubung Lokasinya yang tidak terlalu jauh maka kami memutuskan untuk berjalan kaki sambil olahraga pagi. 

Semua diharapkan berkumpul di depan hotel sesuai dengan waktu yang ditentukan, namun pada akhirnya beberapa teman terlambat termasuk saya sendiri dan teman lainnya. Bak gayung bersambut membuat pembimbing melampiaskan kemarahannya atas kelakuan kami yang tak menghargai waktu. Ada benarnya juga, dimana kami harus memperhatikan hal-hal yang kecil.

Perjalanan dimulai dengan kami berjalan beriringan menuju lokasi air terjun, dimana lokasinya berada di sebelah barat daya Telaga Sarangan, untuk menemukannya sangat mudah dimana di depan pintu gerbang masuk terdapat tugu pesawat tempur lengkap dengan pesawat tempurnya. Melalui pintu masuk hanya dengan melemparkan senyum dan lambaian tangan ke penjaga karcis karena semua karcis sudah dibayarkan jadinya kami hanya lewat saja. Harga tiket masuknya Rp. 7.000,-/orang.

Pemandangan yang Terlihat Menuju Air Terjun Tirtosari
Melewati pintu gerbang terdapat dua jalur, jalur pejalan kaki dan jalur kendaran bermotor. Pengunjung yang punya kendaraan bisa memilih jalur pertama sampai di desa terakhir kemudian melanjutkan jalan kaki sekitar 1 km. Kami meimilih jalur kedua sesuai dengan kesepakatan awal kami ingin berjalan kaki maka kami lebih memilih jalan setapak yang diperuntukkan untuk pejalan kaki. Menyusuri jalan setapak permanent dimana pemandangan yang disuguhkan sangat indah memanjakan mata kepada setiap orang yang melihatnya. Saya sangat menikmati setiap langkah demi langkah menyusuri perbukitan ditemani pemandangan sawah yang tersusun dengan rapi dan sesekali kabut tipis berseliweran, sungguh pemandangan yang hanya bisa di dapatkan di Sarangan. Terlihat sebuah desa yang terletak di sebuah lembah yang diapit oleh dua buah gunung. Betapa beruntungnya masyarakat yang tinggal disini dimana setiap hari bisa menikmati udara segar dan pemandangan nan elok setiap pagi, kontras dengan kehidupan di perkotaan yang penuh dengan kemacetan dan kesemrawutan.

Hampir setiap sudut yang kami lewati seakan menarik kami untuk mengabadikannya dengan foto kebersamaan. Seperti semut menemukan gula, ibaratnya dengan beberapa teman saya dimana jika sudah melihat kamera makan dalam hitungan detik semua sudah berkumpul untuk dijadikan model jepretan.

Jalan setapak yang kami tempuh itu panjangnya 3 km dan normalnya bisa ditempuh sekitar 45 menit, namun perjalanan kami berbeda, rasa capek menyusuri perbukitan membuat kami ngos - ngosan tapi rasa itu seketika hilang ketika melihat panorama keindahan sambil menghirup udara segar. Tak ayal lama perjalanan kami sekitar 1 jam lebih karena harus menuruni perbukitan sehingga terkadang harus melewati penanjakan yang membuat kami berhenti untuk istirahat. 

Setiap perjalanan itu harus dinikmati, bukan hanya bagaimana mencapai tujuan destinasinya

Foto Bersama Sambil Berjalan Menyusuri Jalan Setapak

Bendungan Aliran Air  Terjun Tirtosari
Air Terjun Tirtosari memiliki ketinggian air terjun sekitar 50 meter, airnya dingin karena lokasinya berada di ketinggian 1200 mdpl. Ada cerita yang berkembang, jika kita membasuh muka dengan air dari air terjun maka bisa membuat kita akan awet muda dan tampak cantik bagi wanita.

Tiba di lokasi air terjun membuat saya sedikit kecewa karena apa yang saya lihat jauh dari harapan. Pemandangan sepanjang jalan masih lebih indah jika dibanding Air Terjun Tirtosari, kenapa saya mengatakan hal itu karena Air Terjun Tirtosari sudah mengalami proses pemugaran dan dibangun jalan bertingkat sehingga terlihat seperti bendungan. Air terjunnya memang bertingkat tapi itu tidak terbentuk secara alami sehingga saya merasa kurang puas. Niat awalnya untuk mandi saya urungkan dan lebih memilih berdiam sejenak dan  mengambil beberapa jepretan lewat kamera. Saya juga lebih memilih menikmati segelas teh dan gorengan di sebuah warung dekat dari lokasi air terjun.

Memilih menikmati keindahan dengan cara saya sendiri karena persepsi keindahan tergantung cara kita menikmatinya.
 
Air Terjun Tirtosari
Pose Wajib #IndonesianHolic
This is Indonesia
Lets travel to experience the beauty of Indonesia
@indonesianholic
www.indonesianholic.com

18 comments:

  1. 11 tahun yang lalu gw kesarangan dari solo, sempet singgah ke drojokan sewu karang anyar. Tapi ngak sampai ke tempat ini coz keburu capek nyetir :-0 hanya nongkrong2 di telaga sarangan nya saja. Ternyata bagus juga air terjun nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow sudah lama sekali yah bang,
      padahal dari telaga sarangan tinggal 3 km lagi, tapi jalurnya gak bisa muat mobil bisanya jalan kaki atau naik motor. Air terjunnya lumayan keren tapi saya kurang begitu tertarik padahal mitosnya airnya bisa bikin awet muda.

      Delete
    2. Iya jalan kaki nya yg kita ngak kuat, makanya akhir nya duduk2 aja di telaga nikmati kopi sama jagung rebus

      Delete
    3. Pilihan menikmati jagung rebus itu jauh lebih baik.

      Delete
  2. Lucu yaa, aliran air terjunnya dibikin bertingkat tingkat gituu...
    ngeliat tempatnya yang dikelilingi pohon2 hijau gitu, kebayang suasananya adeeeeeeemmm..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suasananya sangat adem dan damai.
      udaranya segar ditambah pemandangan yang hijau.

      Delete
  3. Air terjun + pemandagan alam yang cantik itu seperti paket lengkap :)

    ReplyDelete
  4. Indonesia memang mempunyai tempat-tempat wisata yang exotik, makanya banyak wisatawan mancanegara yang berdatangan ke negeri ini. Namun sayang, terkadang promosinya kurang sehingga justru kita sendiri kurang mengenal daerah-daerah wisata kita sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mulai dari kita sendiri promosi wisata Indonesia.

      Delete
  5. Harapan pemugaran bisa jadi untuk memperindah, namun dari sisi lain bagi sebagian pengunjung justru berharap bakal menemui pemandangan yang masih alami dan masih belum diutak-atik oleh campur tangan manusia, why? karena tiap tempat pasti memiliki keunikannya sendiri.. khususnya bagi fotografer justru itulah yg dicari..

    nice post Bang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thnaks bang irull sudah menorehkan jejak komentarnya.
      Itulah dua sisi yang berbeda ketika tempat alami sudah mulai dikelola olah pemerintah.
      Whatever, asal kita tetap menjaga kebersihan maka akan tetap terjaga keindahannya.

      Delete
  6. Keren banget air terjunnya... apalagi sudah dibuat jalannya... air terjun ini kombinasi dari air terjun alami dan buatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jalan dibuat untuk mempermudah pengunjung.

      Delete
  7. wahhh keren tuh air terjun tirtosarinya...buatan manusia tp bikin adem hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, sangat adem patut dirasakan bang.

      Delete
  8. Sekilas dari foto yang menampilkan air terjun beserta anak tangganya itu mirip di Tiongkok sana. Coba kalau kiri-kanan tangga itu dijejali oleh bangunan berbentuk pagoda, malah makin mirip, hahaha. Saya belum pernah berkunjung ke sana, namun dari foto yang saya maksud itu sudah cukup fotogenik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow keren yah, kalau mirip tiongkok. Indonesia memang destinasi paling lengkap.

      Delete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar