Outbond Ceria di Kampoeng Pinus Sarangan

Sunday, March 09, 2014 muhammad akbar 26 Comments


Masih dalam edisi liburan bersama di Sarangan dimana rundown acaranya kami juga mengunjungi Kampoeng Pinus Sarangan. Ada banyak permainan outbond yang tersedia tergantung mau mencoba yang mana tapi harus disesuaikan dengan tingkat adrenalin dan selera.

Lokasinya masih berada di kawasan Sarangan, cuaca yang dingin dengan pohon pinus yang menjulang tinggi dan semua bangunannya terbuat dari bahan dasar bambu sehingga terkesan alami sehingga pengunjung merasa tenang dan adem. Langsung saja yah wahana apa saja yang ada disini, Cekidot !!!

FLYING FOX 
Outbond flying fox merupakan permainan yang sering ditemukan di wahana outbond lainnya. Meluncur dari titik ketinggian dengan sebuah tali dan sebuah pengaman harness. Setiap peserta kami hanya diberikan kesempatan sekali untuk meluncur.

Sebelum memulai kegiatan, salah satu instruktur dari Kampoeng Pinus Sarangan memberi pengarahan dan bekal ilmu tentang peralatan yang digunakan serta kekuatan tiap alat outdoor. Hal ini sangat penting bagi kami sebelum melakukan kegiatan. Setelah pengarahan selesai, dilanjutkan dengan olahraga ringan untuk streching agar badan kami tidak kaku sehingga tidak terjadi cedera. Streching dimulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Streching ringan sebelum flying fox
Berhubung lintasan flying fox hanya satu maka kami harus mengantri sambil menunggu giliran. Saya mencoba menikmati dengan duduk bersandar di bawah pohon pinus sambil menghirup udara segar. Tak hanya itu kami juga saling bercanda lepas yang membuat kami tertawa terbahak-bahak. Terkadang harus memojokkan salah seorang teman sebagai bahan candaan walaupun ini hal yang kurang baik tapi dengan sebuah candaan yang membuat keakraban mengalir. 

Tak terasa tiba giliran saya untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan teman sebelumnya. Saya harus berjalan dulu menuju titik ketinggian kemudian menaiki sebuah tangga menuju atas pohon. Tak hanya itu sebelum ke titik peluncuran masih ada lagi jembatan dua tali yang harus dilalui yang terhubung diatara dua pohon pinus. Bagi saya ini bukanlah tantangan yang membuat saya harus menjerit atau berteriak ketakutan seperti teman kami yang perempuan.

Setelah tiba di titik peluncuran, petugas mengaitkan carbiner di tali sambil mengarahkan saya untuk memegang tali sebagai pegangan. Sempat khawatir dan sedikit deg-degan juga tapi dengan penuh keyakinan saya meluncur sambil berteriak, bukan teriak ketakutan tapi ini cara saya menikmati permainan flying fox.

Eksis dulu  sebelum naik
Meluncur dari titik ketinggian
ATV & MINI TRAIL
Selain Flying Fox ada juga ATV bisa dijadikan sebagai pilihan wisata. ATV merupakan kendaraan bermotor untuk segala medan yang memiliki 4 buah roda. Beberapa teman saya juga mencoba mengendarai mobil ATV dengan mengelilingi lintasan yang sudah tersedia. Mengendarai ATV tak semudah yang dilihat butuh keahlian dan kekuatan tangan terutama ketika melewati jalur penanjakan. Sensasi trailnya sangat terasa, kami meneriaki ketika salah seorang teman ketika menabrak dinding tanah atau tertabrak di pohon pinus. Saya tak ikut main ATV karena tak banyak waktu, saya lebih mengutamakan ikut Downhill.



Eksis Bersama di Game ATV

DOWNHILL
Downhill merupakan olahraga bersepeda menuruni pegunungan yang sangat memacu adrenalin. Adrenalin saya muncul ketika melihat papan informasi, dimana tersedia olahraga Downhill maka saya langsung tertarik untuk mencobanya. Masa kecil saya memang kebanyakan di atas sepeda. Masih teringat jelas di ingatan saya dengan sepeda wim cycle hadiah dari mama yang sering saya kayuh di kampung. Tak hanya itu, saya memang paling senang naik sepeda lintas daerah bahkan waktu usia sekolah SMP sering ikut lomba balap sepeda kelas grass track bahkan untuk kelas cross juga.

Lintasan Downhill Sarangan ternyata sudah berstandar nasional bahkan beberapa bulan yang lalu Kejurnas Downhill etape terakhir lokasinya di Sarangan. Saya semakin bersemangat dan tak sabar untuk mencobanya. Sebenarnya saat itu hari sudah mulai sore bahkan kabut tipis sudah turun tapi saya tak ragu sedikit pun untuk membatalkannya walaupun sudah ditawari untuk melanjutkannya besok pagi. Pantang mundur sebelum mencoba.

Mobil pick-up membawa kami menuju titik start yang berlokasi di atas bukit. Jalanan yang berliku menanjak  membuat mobil harus bekerja ekstra hingga kami tiba di sebuah tempat start. Sebelum memulai downhill, pendamping menginstruksikan untuk memakai APD (Helm, Penutup sikut dan Penutup Lutut) dan menjelaskan medan secara umum. Tak lupa berdoa agar kami diberikan keselamatan.

Menuruni penurunan dengan lintasan yang diapit pepohonan dan jalur bebatuan membuat saya harus jeli memperhatikan jalur didepan. Saya memilih berada di urutan kedu dibelakang pendamping kemudian disusul Erick dan Edi. Tak diperlukan mengayuh kerena medannya sudah penurunan yang dibutuhkan hanya mengikuti jalurnya dan menghindari batu dan kayu. Selang beberapa menit saya sudah terjungkal dari sepeda hingga saya terperosok. Saya hanya bisa tersenyum ternyata downhill tak semudah yang dibayangkan. Saya banyak belajar dari kecelakaan tadi walaupun pada akhirnya saya terjatuh tiga kali sebelum tiba di finish.

Mengayuh sepeda gunung mengejar waktu yang mana hari sudah mulai gelap dan kabut berubah menjadi gerimis semakin membuat saya semakin bersemangat walaupun Erick dan Edi terlihat sangat berhati-hati sehingga harus singgah sejenak menunggu mereka yang jauh tertinggal dibelakang. Tak terasa kami tiba di garis finish padahal saya masih belum puas dan pengen mencobanya kembali.

Akhirnya saya juga bisa merasakan Downhill, wajib dicoba untuk menguji kemampuan anda dalam bersepeda. 

Deretan Sepeda Gunung untuk Downhill
Eksis dulu sebelum memulai
Eksis bersama Crew DownHill
KAMPOENG PINUS SARANGAN :
-  Wahana Edukasi dan Rekreasi Keluarga -
Tarif Wahana
  • Flying Fox              Rp. 40.000 - Rp. 80.000
  • ATV & Mini Trail    Rp.  30.000,- / 3 putaran
  • Downhill                Rp. 110.000,- / race
  • Paint Ball               Rp.  60.000,-

Lets travel to experience the beauty of Indonesia
@indonesianholic
www.indonesianholic.com

26 comments:

  1. wuih, bersahabat dengan alam memang menyenangkan ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alam selalu menerima asal kita menjaganya.

      Delete
  2. Sepedanya bagus ya bang #salahfokus :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus banget, sayang bukan punya saya.
      sekedar informasi kalau harganya sekitar 4 juta.

      Delete
  3. Pingin nyoba downhill... :D Panjang ngak trwknya..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Panjang treknya saya kurang tau, tapi lama ngedownhill hampir 1 jam.

      Delete
    2. Panjang kok bro treknya. Dijamin ngos-ngosan. :)) *bantu jawab*

      Delete
  4. Sarangan gak jauh2 dari solo...kayaknya kapan2 bisa dicoba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Solo ke Sarangan sudah dekat, silahkan main-main kesana.

      Delete
  5. Waks ... seru banget ada ATV, tempat nya keren banget di ayomi pohon pinus mirip kayak di gunung bunder :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bang, ada ATV juga.
      Suasana pohon pinusnya bikin adem juga.

      Delete
  6. cukup seru mas outbond nya kapan kapan bisa coba salam kanal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal,
      Bisa memilih outbond yang dekat dari lokasinya.

      Delete
  7. seru tuh kayaknya kalo bisa ikutan downhill :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru dan menantang adrenalin. Wajib dicoba.

      Delete
  8. Wah baru tahu kalo di Sarangan ada outbound semacam ini.
    Nice share kawan :)

    ReplyDelete
  9. paintball nya itu gimangmna?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada juga Paintball cuma saya gak sempat nyobain.

      Delete
  10. seru yaa kalo outbound bareng sma temen2 gitu, main paintball sama ATV juga lagi.. hehehe

    ReplyDelete
  11. wih, andai masih muda aq pingin kesana keren tempatnya

    ReplyDelete
  12. Bisa minta cpnya utk paintballnya?

    ReplyDelete
  13. Bisa minta cpnya utk paintballnya?

    ReplyDelete
  14. Bersahabat dengan alam memang menyenangkan ya.. kalo saya nyoba flying fox ato main ATV masih berani, cuman kalau downhill ini yang benar-benar menantang adrenalin, saya takut jatuh hihihi

    ReplyDelete
  15. Wah ini mah dari rumah tinggal ngesot sampe, heheheh.

    ReplyDelete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar