Catatan Pendakian Bersama KSR 121 Menuju Gunung Bulusaraung (Part 2)

Sunday, May 10, 2015 muhammad akbar 45 Comments

Hujan gerimis semalaman mengguyur pos 9 malam itu membuat saya sedikit terganggu dengan tidur saya, tenda tak mampu melindungi kami dari rembesan air di sedut-sudut tenda. Kami bertiga di dalam harus saling merapatkan diri ke tengah agar tidak kebasahan, perlahan masalah itu kami bisa atasi dan akhirnya tertidur dengan lelap walaupun kontur tanah dibawah kami tidak rata tetapi bagi saya pribadi tidak menjadi masalah besar. Suara dengkur bersahut-sahutan mengalahkan suara gerimis diluar, banyak orang tak bisa tidur dengan kondisi seperti ini tapi bagi saya suara dengkur adalah dongeng pengantar tidur.

Alarm handphone tak mampu membangunkan saya dari tidur lelap, akhirnya kami agak kepagian walaupun cuaca di luar masih gelap dan kelihatannya gerimis sudah tidak turun lagi. Saya kemudian keluar dari dalam tenda dan memperhatikan area sekitar, ternyata yang lain masih berkutat di tenda masing-masing. Setelah itu, saya mengajak dua orang untuk menemani saya menuju sumber air untuk mengambil air wudhu karena persedian air di sekitar tenda sudah habis. 

Jaga dan Lestarikan
Kesempatan menyaksikan sunrise di puncak Gunung Bulusaraung masih bisa asalkan kami bisa bergerak cepat, seketika mungkin personil sudah siap summit attack, tak lupa membawa persediaan air minum dan cemilan sebagai bekal di puncak. Selain itu saya juga tak lupa pula membawa kamera, ini barang paling penting dan tak boleh ditinggal.

Kami berjalan beriringan menuju puncak, walaupun yang lainnya masih mempersiapkan dirinya masing-masing, tapi saya memilih berjalan lebih awal agar masih bisa melihat sunrise. Pos 9 menuju Pos 10 merupakan jalur menanjak dan berbatu, inilah aslinya pendakian Gunung Bulusaraung jika dibandingkan jalur yang sudah dilalui kemarin ketika menuju Pos 9. Saya beberapa kali berhenti sambil menghela nafas panjang. Saya pun menerapkan tips berjalan menuju puncak dimana ketika kita berjalan menanjak jangan pernah melihat keatas tetapi menatap ke bawahlah dan nikmati setiap langkap kakimu, ini terbukti berhasil dan membawa saya sedikit lagi berada puncak. Menara radio puncak Gunung Bulusaraung sudah terlihat, itu sebagai pertanda kalau puncak sedikit lagi.

Semangat yah..
Akhirnya saya dan beberapa teman yang lain akhirnya tiba di puncak sebelum matahari terbit. Terlihat juga beberapa pendaki yang lain sudah berada di puncak. Sambil menunggu semua tim lengkap, saya memilih sibuk sendiri dengan kamera untuk mengabadikan moment dan mengmabil beberapa foto landscape. Gradasi warna sunrise sudah tidak terlihat dan mulai tertutupi kabut tapi mataharinya belum keluar. Tak lupa juga  berfoto bersama dengan kamera Gopro, kamera mini anti hujan dengan hasil foto landscapenya membuat saya iri karena dari kemarin kamera Nikon D5100 ku belum bisa keluar karena cuaca yang tak menentu. Disinilah awalnya saya tertarik dengan kamera Gopro hingga akhirnya sepulang dari pendakian saya langsung membeli Gopro Hero4.

* * *

Setelah semuanya berada di puncak, tampak sebuah keharuan dari raut muka mereka karena berhasil mencapai puncak, terutama bagi perempuan yang ikut, apalagi beberapa diatara dari mereka ini adalah pertama kalinya mendaki. Salut dengan kegigihan mereka, mengingatkan saya ketika pertama kali ikut mendaki dan akhirnya saya merasa mendaki itu menyenangkan.

Memang cuaca di puncak memang sulit ditebak, yang awalnya cerah tiba-tiba berselimut kabut. Sekeliling puncak hanya terlihat kabut berseliweran menutup keindahan puncak pagi itu. Foto dengan cuaca seperti ini sama halnya foto dengan latar belakang tembok. Perlahan tapi pasti, kabut mulai membuka diri dan menampakkan keindahan apa yang dari tadi dia sembunyikan. Kami pun tak ingin ketinggalan dan secepatnya saling bergantian untuk berfoto. Pagi itu mengajarkan saya arti sebuah kesabaran, sabar menunggu cuaca bersahabat. 

Sisi puncak yang lain sudah menampakan dirinya.
Berdiam diri atau melompat
Kabut tipis datang lagi menutup dirinya

Mendaki kali ini juga mengajarkan saya arti sebuah perjuangan, berjuang menuju puncak walau tubuh sudah tak mampu lagi tapi dengan keyakinan tekad puncak Gunung Bulusaraung bisa saya capai. Sebuah pencapaian yang luar biasa bukan karena saya sudah berada di titik tertinggi Gunung Bulusaraung tapi saya berhasil mengalahkan semua keraguan saya. Bukankah begitu?

Puncak Gunung Bulusaraung memiliki ketinggian 1353 mdpl, memang terlihat lebih rendah jika dibanding Gunung Bawakaraeng yang memiliki ketinggian 2883 mdpl. Jumlah posnya pun sama walaupun jalur Gunung Bulusaraung sedikit lebih bersahabat, namun cukup membuat saya kewalahan hingga bisa berdiri di puncaknya. Setiap gunung beda cerita, tapi pendakian kali ini memiliki arti tersendiri bagi saya bersama keluarga besar KSR 121 PNUP

Senyum sumringah
Matahari sudah mulai meninggi, kami pun turun dari puncak menuju pos 9. Setelah tiba, tak perlu menunggu lama untuk membongkar tenda dan membereskan semua untuk kembali. Tak lupa pula kami membawa pulang sampah kami, karena gunung bukan tempat sampah. Setidaknya kami bertanggung jawab dengan sampah kami sendiri ketika kami tak mampu membersihkan semua sampah plastik di pos 9. 

Kami pun kembali pulang menuju desa Tompobulu, tempat kami memarkir motor dan selanjutnya kembali menuju Makassar. Sebelum tiba di Makassar, kami sempat singgah di salah satu warung dekat pertigaan jalan poros Pangkep untuk mengisi perut yang memang dari pagi belum terisi. Nasi goreng telur dadar lengkap dengan ayam cabik-cabiknya menu siang itu, namun entah kenapa saya jauh lebih menikmati makanan semalam walaupun dengan menu seadanya tapi itu sungguh nikmat. Selanjutnya kami pun kembali ke Makassar dengan cerita masing-masing.

Akhir kata, semoga masih ada kesempatan untuk kembali mendaki bersama karena di alam kita jauh lebih merasa dekat. Terima kasih untuk semuanya.

Let's Explore Indonesia
INDONESIANHOLIC

45 comments:

  1. Udah lama banget enggak main - main ke gunung euy~ Jadi kangen :view pegunungan yang adem kayak ini :D Terakhir main ke gunung itu ke papandayan tahun 2013 lalu -,-" udah lama banget!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Udah lama tuh mas.
      Ayo mas nanjak ke Gunung Gede.

      Delete
  2. Tidur di tenda trus gerimis atau ujan itu bikin deg2an dan menyebalkan hahaha. Aku perna menggalami nya dah bikin sedikit trauma :-(
    Btw jaket orange nya aku suka, boleh lah kirim2 kesini #ngarep hahahahahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disitulah serunya om cumi, kita di dalam tenda semakin merapatkan agar tidak kedinginan.
      Waduh, Jaket orangenya yah,,hahaha

      Delete
  3. pemandangannya super keren...jadi pengen cepet - cepet hicking ke mahameru

    ReplyDelete
  4. Lah padahal juga mau minta jaket orennya, udah keduluan Mas Cum kancut biru..

    Gunung memang ternyata gak bisa disepelekan ya mas seberapapun tingginya itu.
    Bulusaraung keren.. Bawa aku kesana.. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sini, saya antar ke Bulusaraung.

      Jaket orangenya itu, jaket persatuan organisasi waktu kuliah dulu.

      Delete
    2. Hahahaha.. Bener nih Mas? Saya cari tiket ke Makassar nih Mas..
      Lagi di Makassar atau masih di Bogor Mas?

      Delete
    3. Bener, jika saya lagi di Makassar yah.
      saya masih di Bogor sekarang

      Delete
  5. Latimojong, Bawakaraeng dan Bulusaraung masuk dalam target saya tahun depan om akbar.. makasih atas infox.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum ke Latimojong,
      saya juga mau kesana, semoga bisa kesampaian dalam waktu dekat

      Delete
  6. Ahhh sakaw naik gunung dehhh,,, uda lama gak nanjak,,, hehe walau masih cuma 2 gunung pendek :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan pernah sakaw mas,
      Naik Gunung itu seperti candu, bukan candu asmara yah.

      Delete
  7. kereen jd kangen mendaki bulsar lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeah ada mbak Alzena,
      srikandi pendaki Makassar.

      Delete
  8. widihh keren .. mantappp mas (y) .. jadi pengen hiking deh .. dah lama ga naik-naik gunung :)

    ReplyDelete
  9. Melihat sekilas jalur yang terpotret di foto nomor 2 dari atas, cukup terjal juga ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak juga, cuma jalur menuju puncaknya yang sedikit terjal.
      Gunung Bulusaraung juga bersahabat kok mas.

      Delete
  10. Mantapnya pemandangan dari atas gunung itu. Hasil jerih payah, susah mendaki, stamina yang terkuras, akhirnya dapat pemandangan yang menakjubkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semuanya terbayarkan jika sudah berada di puncak

      Delete
  11. Mantap banget ndakinya, selama ini pendakian terpanjangku hanya sampai bromo aja :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mendaki Bromo sih cuma di penanjakan aja yang mendaki selebihnya cuma naik jeep

      Delete
  12. lutut sudah ga tahan naik gunung. tapi indah banget ya....mantap puol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya saya naik gunung sebelum lutut sudah K.O

      Delete
  13. Jadi pengen naik gunung. Huft


    Jangan sungkan mampir ke www.travelingaddict.com

    ReplyDelete
  14. indah banget pemandangannya apalagi kalo udah di puncaknya pasti pemandangan lebih indah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indah pemandangannya jika cuaca bersahabat.

      Delete
  15. Pengen ke puncaknya.. Tapi ndaki Nglanggeran aja aku ngos-ngosan, apalagi yang ini.. T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dicoba dulu, asal ada niat pasti bisa kok

      Delete
  16. wah enak banget camping di gunung, ngumpul bareng. tapi sygnya trauma naik gunung krna kepeleset waktu mau turun gunung.

    mampir balik yah :) dianexporedaily.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata pernah ada memori tidak mengenakkan yah, .

      Ok, melipir ke Blognya

      Delete
  17. 1323 Mdpl...tapi pemandangannya luar biasa, Jaga dan Lestarikan

    ReplyDelete
  18. Aku trauma makan di pangkep, aku tertipu dan ditipu disana #kapok

    ReplyDelete
  19. Senyum sumringah bisa sampai ke puncak gunung

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, sebuah keberhasilan yang dicapai bersama.

      Delete
  20. wah seru juga yaa naik gunung gini. jadi pengen juga :))

    jangan lupa cek blog saya ya >> VONNYDU

    ReplyDelete
  21. serunyaaaa
    belum kesampaian juga nih pengen banget mendaki -____-

    ReplyDelete
  22. asik banget mas jadi kangen ama bawakaraeng

    ReplyDelete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar