Menyusuri Jejak Sejarah di Pasar Baru Jakarta

Saturday, September 26, 2015 muhammad akbar 19 Comments

Ada sesuatu yang menarik perhatian saya, banyak tempat yang sudah saya jelajahi sore ini namun entah kenapa, saya seolah tersugesti untuk mendekatinya obyek ini. Sesuatu itu berada di sudut ruangan, semburan cahaya dari lampu kuning diatasnya semakin memperjelas penampakannya. Saya mencoba mendekatinya, walaupun yang lainnya masih asyik dengan kegiatannya masing-masing.

Saya mencoba mendekat, kemudian saya melemparkan senyum tanda permisi kepada kedua orang di dekatnya. Bak gayung bersambut, salah satu diantara mereka membalas senyum sebagai pertanda izin untuk mendekatinya. Kini saya tepat berdiri di depannya tanpa ada sekat yang membatasi, saya pun dengan leluasa mebidiknya. Iya, saya terpesona oleh sebuah tulisan

Sejarah itu penting
Sadar atau tidak sadar, kalau sejarah itu penting agar kita tidak kehilangan identitas. Bukankah bung Karno sudah mengingatkan agar kita jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya memang bukan ahli dalam sejarah, tapi saya senang kalau orang ngomongin tentang sejarah apalagi kalau mengunjugi tempat-tempat bersejarah.

Sore ini 26/9/2015, saya bersama peserta #TravelnBlog mendapatkan kesempatan jalan-jalan di kawasan Pasar Baroe, kawasan yang penuh dengan sejarah Jakarta dengan sisa-sisa peninggalannya. Menelusuri jejak sejarah peninggalan Belanda bersama Jakarta Good Guide. Peserta dibagi dalam kedua kelompok, saya masuk di kelompok pertama bersama 16 peserta lainnya, kami dipimpin oleh kak Farid sebagai tour guide. 

Saya baru tersadar, kalau kawasan Pasar Baru itu punya nilai sejarah juga. Selama ini saya cuma taunya wisata sejarah itu di Kota Tua dan Monas. Kawasan Pasar Baru bukan cuma tentang Bakmi Aboen, Cakue Ko Atek, Es Kedondong dan Kue Ape. Ada banyak tempat-Mari simak penelusuran saya mengunjugi kawasan wisata sejarah Pasar Baru.

1. Sekolah Santa Ursula

Indonesia tetap berkibar
Kegiatan walking tour diawali dengan mengunjungi sekolah santa ursula, kesan pertama dengan gedung ini tidak ada yang terlalu istimewa, hanya sebuah gedung berasitek belanda. Namun yang membuat saya tertarik bahwa sekolah ini hanya menerima perempuan, tapi sampai kita meninggalkan sekolah ini, saya tidak kunjung melihat para siswi-siswi. 

Jadi dulunya Sekolah Santa Ursula, hanya dikhususkan untuk melayani anak-anak yang miskin, dimana mereka diajar oleh suster-suster dari Belanda. Semuanya berawal dari gagasan kelompok Noorwidjk mengutus Suster Angele Cleeren. 

Yuk, lanjut ke destinasi berikutnya

2. Gedung Filateli Jakarta

Gedungnya mirip stasiun jakarta kota
Tidak jauh dari Sekolah Santa Ursula terdapat Gedung Filateli. Tampak dari luar lebih mirip sebuah stasiun, namun ternyata ini bukanlah stasiun melainkan kantor pos. Iya, bangunan tua ini dulunya sebuah kantor pos, dijadikan sebagai kantor informasi oleh para pemerintah Belanda. 

Apakah ada yang tau, kenapa kantor pos warnannya orange? Tanya Farid

Saya langsung jawab kalau warna orange berasal dari negara Belanda, dan ternyata jawaban saya benar. Itulah sejarahnya kenapa kantor pos warnanya orange. 

Bagi pengoleksi perangko kamu harus datang kesini. Tepat disamping gedung filateli terdapat sebuah deretan toko kaki lima yang menjajakan aneka perangko beraneka macam, selain itu ada juga koleksi-koleksi tua lainnya. 

Lanjut lagi yuk, masih banyak banget....

3. Gedung Kesenian Jakarta
Gedung Kesenian Jakarta
Gedung Kesenian Jakarta jauh lebih tertata dan teratur dibanding dua bangunan sebelumnya yang kami kunjungi. Bangunannya sangat megah, tapi kami tak bisa masuk kedalam hanya bisa melihat dari luar.

Mungkin tidak banyak yang tahu,Gedung Kesenian jakarta ini dulunya adalah tempat dilaksanakannya sumpah pemuda pertama di tahun 1926. Setelah itu berlanjut menjadi bioskop di tahun 1968, namun hanya bertahan dua tahun. Kemudian berubahlah menjadi Gedung Kesenian Jakarta hingga saat ini.

4. Kantor Antara

Gedung Antara
Kawasan wisata sejarah Pasar baru itu terbagi dua, dipisahkan oleh kali ciliwung sebagai sekat pemisah antara pemerintah belanda dan pribumi serta masyarakat tiongkok. Pemerintah Belanda dipusatkan di sisi selatan, itu terbukti tiga gedung yang sudah didatangi meninggalkan kesan bangunan khas Eropa.

Tempat ke empat ini sebagai kantor surat kabar antara, bangunannya lebih terjaga. gedungnya terdiri dari dua lantai. Kunjungan kami kali ini lagi ada pameran foto masa proses kemerdekaan. Deretan foto berbaris rapi di sisi kiri dan kanan dinding, seolah kita terbawa dalam suasana kemerdekaan. 

Lanjut lagi yuk...
5. Pasar Baroe

Jalanan tengah pasar masih lowong
Kalau kami lihat dari atas pasar baroe ini seperti kelabang, memiliki satu jalan utama kemudian sisi kiri dan kanannya terdapat gang-gang kecil. Pasar baru sendiri sudah seperti pasar pada umunya, bahkan sudah ada toko Matahari di bagian tengah pasar.

Kami berhenti sejenak di sebuah warung minuman, yang menjual aneka minuman. Ada lemon tea, es cendol, es kelapa dan es kedondong. Terus saya beli apa? Saya hanya melihat mereka tanpa membeli, bukan karena tidak mau tapi karena saya tidak punya uang. Dompetnya tertinggal di Bus. sedih banget kan, cuma ngeliat merek minum, hanya bisa menahan air liur. Sedihhhh

6. Toko Kompak 

Toko Kompak
Bangunan tua yang sudah berumur 300 tahun dengan cat dasar merah, di depannya terdapat tulisan "Toko Kompak" yang sangat jelas. Ini bekas rumah mayor keturunan tiongkok, nama tokonya diubah karena aturan pemerintah dahulu untuk tidak menggunakan nama toko yang identik dengan tiongkok/china maka diubahlah dengan nama Kompak dengan tujuan agar yang tinggal di rumah ini selalu Kompak. Iya, dulu deskriminasi kepada etnis tiongkok sangat keras. untungnya sekarang sudah tidak.

"Silahkan dilihat-lihat asal jangan foto yah" celoteh penjaga toko

Kami masuk mengamati setiap sudut ruangan, iya kami cuma bisa melihat saja, tidak diperkenankan mengambil foto. Entah apa alasannya, saya pun tidak tau. Setidaknya kita harus mematuhi setiap aturan walaupun terkadang kita tidak mengerti.

Oiya didalam rumah terdapat sebuah ruangan yang luas, tempat ini dulunya dijadikan sebagai tempat ngumpul para keluarga atau mengadakan acara-acara. Tak hanya itu di sisi kiri dan kanannya terdapat sebuah pintu sebagai pintu penghubung.

7. Toko Lee ie Seng

1873 -2015, 145 tahun yang lalu
Selain Toko Kompak, terdapat juga toko tua yang sudah dibangun tahun 1873. Kini sudah berganti menjadi toko alat tulis. Tidak banyak saya ketahui tentang tempat ini karena saya sudah tertinggal dengan yang lainnya. Nanti lain kali, saya coba untuk menulusurinya lebih dalam lagi,

Saya sudah tertinggal di belakang, saya harus segera menyusul mereka...

8. Pecinan Hok Tek Bio

Belum masuk kedalam, kami sudah didatangi oleh pak tua yang meberikan buku yang berisi tentang sejarah Pecinan Ho Tek Bio. Aura penyambutannya sangat terasa bersahabat, beda dengan tempat lain sebelumnya agak sedikit jutek kecuali di Kantor Antara. 

Pecinan Ho Tek Bio sudah ada sejak 1968. Di dalamnya banyak banget lilin, mulai dari kecil-kecil hingga yang paling besar seukuran batang pisang. Setiap lilin ada namanya, mereka percaya bahwa nama di lilin itu akan memberikan penerangan. 

Selain lilin banyak juga patung-patung khas china, ukurannya juga ada yang kecil dan besar. Setiap patung memiliki arti tersendiri, paling saya ingat patung dewi kuwa'in. 

Kaki mulai pegal, tenggorokan semakin kering
Hingga tibalah di destinasi terakhir...
9. Gereja Ayam
Patung ayam di pucak gereja ini sebagai penanda arah
Gereja patung ayam menjadi destinasi terakhir, Kenapa dinamakan Gereja Ayam? bukan karena gerejanya mirip ayam tapi jika kamu perhatikan baik-baik, di pucuk gedung itu terdapat patung ayam. Ada filosofi dibalik ayam tersebut.

Ahh, akhirnya selesai juga. Secara keseluruhan perjalanan menyusuri pasar baru cukup melelahkan tapi sangat menyenangkan,  Sebelum menutup walking tour ini, saya sempat bertanya ke Kak farid tentang Jakarta Good Guide. Ternyata selain wisata sejarah Pasar Baru, masih ada lagi 4 paket wisata lainnya, ada Wisata Kota Tua, Monas, Glodok, dan Menteng. Kamu Tertarik ?

19 comments:

  1. cateeet! mau main ke gedung filateli deh :D

    ReplyDelete
  2. Aku bosan dan lelah dengan pasar baru hahaha, pernah hampir 10 th an tinggal di daerah sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya gak lelah kalau diajak kulineran di sana.

      Delete
  3. Aku dua akhir pekan yang lalu di Jakarta dan selalu kebingungan mau ngabisin waktu ke mana. Ini tulisannya bisa aku jadiin catatan kalo weekend depan ke Jakarta lagi. Terima kasih sudah dibikinkan daftarnya, Bar. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Cuaca jakarta yang panas memang kadang buat kita mikir keluar dan tidak tau mau kemana. Paling mentok main-main ngemal untuk ngadem. Tapi mengulik tentang sejarah bisa menjadi pilihan di Jakarta, yang kaya akan sejarahnya.

      Memangnya tinggal dimana kak?

      Delete
  4. Lengkap Mas informasinya, hihi banyak yang terlewat olehku kemarin. Penasaran deh sama tur yang ke Kota Tua, dan makan di Bakmi Gang Kelinci yang pertama! :)

    http://sendokransel.wordpress.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Tur Kota Tua, saya sudah pernah sih tapi naik sepeda sewaan. Pengen coba walking tournya di Menteng.

      Saya mau datang lagi ke pasar baru, pengen coba bakmi aboen yang dalam lorong itu.

      Delete
  5. Hi Akbar. Wah lengkap informasinya mas. Yuk tertarik ikut Jakarta Walking Tour lainnya nih haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Alek, Terima kasih sudah berkunjung.
      Yuk Ikutan lagi walking tour, tapi say pengen jelajah di Menteng.

      Delete
  6. Waah TravelNBlog di Jakarta lagi ya! Asyik banget bisa telusuri objek-objek bersejarah di sana. Yang belum pernah dikunjungi satupun :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, makanya saya ikutan mumpung masih di Jawa.
      Acaranya benar-benar keren

      Delete
  7. Kak .... pasar baru kuliner nya lumayan endessss, ada bakmi gang kelinci tapi enakan bakmi krekot trus soto mie, bakso belakang metro juga endesss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya kemarin liat Bakmi KElinci cuma gak singgah.
      Ajaklah saya mas makan bakmi krekot itu

      Delete
  8. lengkap banget infonya, ayo mas ikut destinasi walking tour yang lain :)

    bludstory.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  9. Bagi pengusaha kaki lima yang berjualan dibidang kuliner, kini ada lho kemasan makanan Greenpack yang cocok untuk mengangkat value produk kamu. Cek di sini sekarang http://www.greenpack.co.id/

    ReplyDelete
  10. ahh menyusuri kota sendiri itu kadang suka ngejutin.. ada ajah hal2 baru yang gak pernah kita tau yang ditemukan...kita jadi mikir koq w gak tahu yah?? wkwkkwkwk... seruuu...

    Pecinta Bola Gabung di Sini

    ReplyDelete
  11. Pasar baru memang penuh dengan cerita, sayangnya saya baru tau di sini :D

    ReplyDelete
  12. Keren-keren ya, sayangnya belum ada yang saya kunjungi, hiks....
    Jakarta oh Jakarta, kenapa dulu cuman ke Monas, TMII sama Masjid Istiqlal aja ya

    ReplyDelete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar