Kaledoskop Perjalanan Tahun 2015

Thursday, December 31, 2015 muhammad akbar 24 Comments

Tidak terasa kita sudah penghujung akhir tahun 2015, beberapa jam lagi akan memasuki tahun 2016. Saya cuma ingin mengucapkan selamat tahun baru untuk semua pembaca blog ini. Semoga segala pencapaian tahun ini bisa berlanjut di tahun berkutnya, kalau bisa jauh lebih meningkat lagi.

Sebelum menutup tahun 2015, saya ingin mengulang kembali catatan perjalanan saya tahun ini. Tahun yang penuh dengan keberagaman dalam setiap perjalanan yang saya lewati.

DATANG KEMBALI KE PULAU BALI DAN GILI TRAWANGAN
Yeah, masih teringat berkunjung ke Pulau Dewata ketika masih kuliah, tepatnya tahun 2010. Kini saya datang kembali setelah 5 tahun. Ada yang bilang kalau mau liburan murah ala backpacker di Bali lah tempatnya, saya bilang iya tapi tidak murah-murah juga tergantung sih kamu mau kemana, menginap dimana dan naik transport apa. Semuanya pilihannya ada, tergantung kamu mau menikmati perjalananmu seperti apa. Thats why, saya mau ke liburan ke Bali.


Selain menghabiskan waktu liburan di Bali, saya juga berkunjung ke Gili Trawangan. Sebenarnya kunjungan ke pulau paling terkenal di Lombok tidak masuk dalam perencaan, semuanya berubah ketika melihat info penyebrangan murah kapal cepat dari Bali ke Gili Trawangan seharga 500 rb/PP.

Memang benar kata orang, di Gili Trawangan, kita yang orang Indonesia akan merasa seperti turis di negeri sendiri.

Info tentang penyebrangan murah dan cepat dari Pelabuhan Padang Bai ke Gili Trawangan akan saya infokan di postingan terpisah.

KELILING 3 PROVINSI DI PULAU KALIMANTAN
Perjalanan menyusuri Pulau Kalimantan seorang diri memang paling berkesan banget, ada banyak cerita dan pengalaman selama melintasi pulau terluas Indonesia "Borneo" selama 10 hari. Memilih penerbangan menuju Balikpapan dari Makassar sebagai titik awal perjalanan ini, kemudian lanjut menuju Samarinda dan Bontang. Saya menghabiskan 3 hari di Kalimantan Timur. Selanjutnya saya dilanda kebingungan, bimbang antara ke Tarakan atau Banjarmasin. Pilihan yang sulit mengingat saya ingin ke Derawan dan saya juga pengen menikmati serunya bamboo rafting di Kandangan. 

Setelah berpikir sejenak, saya pun memilih Banjarmasin dibanding Derawan, Alasannya sih mudah tapi kok saya gak kepikiran tentang itu. Sebagai seorang pejalan yang punya mimpi mengujungi 34 provinsi di Indonesia, tentunya Banjarmasin lebih unggul karena saya bisa mengunjungi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah jika memilih terbang ke Banjarmasin. Lantas kalau saya ke Derawan dengan seorang diri, tempat seromantis itu tanpa pasangan rasanya kurang lengkap. Saya akan ke Derawan bersama istri saya di masa depan. :)

Perjalanan di Kalimantan Selatan, saya mengunjungi Desa Kandangan yang terkenal dengan bamboo rafting menyusuri Sungai Amandit. Mengunjungi pasar terapung Lok Baintan yang dulu terkenal dengan iklan cap jempol dari salah satu TV swasta. Menikmati sajian kuliner Bajarmasin, ada Lontong orari, Soto Banjar di Warung Novi, dan Ketupat Kandangan serta menyusuri wisata sejarah Banjar. Cerita dari Banjarmasin juga mengenalkan saya tentang komunitas Banjarmasin Traveler.

Perjalanan lintas Provinsi dan lintas waktu itu cuma bisa kamu rasakan ketika perjalanan darat dari Banjarmasin ke Palangkaraya. Ada dua alasan kenapa saya ke Palangkaraya, pertama saya mau melihat seperti apa kota Palangkaraya, ibukota negara impian Soekarno. Itu bisa dilihat dari menara tiang pancang pertamanya yang masih ada sampai sekarang. Kedua, saya ingin bertemu langsung dengan Indra Setiawan, pemilik blog backpackerborneo.com

Adik Zapran tidak bisa diajak grufie
JAKARTA - BOGOR - BANDUNG 
Bisa dibilang sepanjang tahun 2015 saya lebih banyak menghabiskan waktu di Pulau Jawa, tepatnya di Kawasan Puncak Bogor. Mendapat tugas belajar di Petrotekno dari bulan April hingga November. Sejukya udara dan hawa dingin Puncak menjadi pemandangan setiap hari. Selama kurung waktu delapan bulan itu, saya lebih sering menghabiskan hari libur di tiga kota terdekat, paling dekat ke kota Bogor, main ke Ibukota atau paling jauh liburan ke kota kembang Bandung.

TRAVEL BLOGGER MEET UP
Tahun ini bisa dibilang tahun dimana saya bertemu banyak Travel Blogger ibukota. Kebanyakan dari mereka memang tinggal di Jakarta, Tangerang, dan Bogor. Mulai dari acara talkshow, nongkrong bareng sambil ngopi, liburan bareng hingga ada yang menemani saya tidur bareng.
Foto Bareng Blogger-Blogger Hitzz #TravelNBlog4
Ngopi Bareng Blogger-Blogger kece di Starbuck Sarinah,
Grufie Bareng Blogger Hore2

MOTO GP SEPANG 2015 MALAYSIA
Sempat terpikir bahwa paspor yang saya bikin di tahun 2013 lalu, akan tidak digunakan sampai tiba expired. Memang sih awal mulanya bikin paspor hanya buat gaya-gayaan persiapan saja. Mungkin saja ada yang ajakin liburan ke luar negeri. Iya gak?

Rezeki memang tidak pernah ada yang tau kapan itu datang, begitupun tiket gratis dari maskapai Air Asia Jakarta-Kuala Lumpur PP ditambah menginap Hotel bintang lima. Mungkin ini namanya rezeki anak sholeh. Tanpa berpikir panjang, saya pun menggunakan tiket itu untuk menonton langsung Moto GP Sepang 2015, demi menyaksikan Valentino Rossi menendang Marc Marques.


Semoga petualangan di Tahun 2016 jauh lebih menarik lagi. Saya masih punya banyak mimpi-mimpi yang belum tercapai salah satunya perjalanan menuju pelaminan. Aminkan yah..


24 comments:

  1. selamat tahun baru mas. Telat banget ya

    ReplyDelete
  2. Kak ... kalo shift malam ngapain aja ???? #Kepo

    ReplyDelete
  3. oooh jadi tahun ini akan ke aceh ya? ok siap :D

    ReplyDelete
  4. Amin yah semoga saja mimpi di tahun kemarin bisa tercapai di tahun ini :)

    ReplyDelete
  5. anu mas, maksudnya "tidur bareng" itu apa ya? hahahah

    ReplyDelete
  6. jadi pengen motoGP di seppang juga..
    *cek jadwal*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaha :D semoga aja di Indonesia bisa cepet ada, biar ga jauh jauh

      Delete
  7. w penggemar motogp tapi belum pernah ke Sepang, kapan ya bisa nonton lgsg

    ReplyDelete
  8. Seneng banget tuh bisa jalan-jalan bareng teman!

    ReplyDelete
  9. Yes akhirnya bisa kopdar sama kak Akbar di tahun 2015, hehehe! Semoga tahun ini bisa kopdar lagi, atau mungkin ngetrip bareng? ;)

    ReplyDelete
  10. 2016 kaledoskop nya kudu ada "ketemu takdos" di Maroko yak. Aamiin! Muahahahahaha~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin,
      Harus kudu ketemu, padahal tahun lalu seringkali ke Bandung tapi gak pernah ketemu.
      #MaluNgajakKetemuan

      Delete
  11. Saya tertarik dengan tulisan anda,
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Pariwisata yang bisa anda kunjungi di Informasi Pariwisata

    ReplyDelete
  12. yang keren dari itu adalah silahturahmi kan bang? selain dapat ilmu, ada rezeki disana.. yang paling penting adalah, siapa yang menyambung tali silahturahmi maka dia akn dipanjangkan umurnya :D

    saya juga senang bisa ketemu sama mas fahmi catperku.. dan beberapa travel blogger nasional :D
    tinggal nungguin mas akbar :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar bang, silaturahmi sesama blogger sangat saya rasakan ketika kemarin di Jakarta. Kita semua saling mengenal lewat dunia maya tapi saat ketemu seperti sudah sering ketemu. tidak ada rasa canggung.

      Insya Allah, kalau main ke Aceh saya diajak jalan2 yah.

      Delete
  13. yeeeeee, padahal mah ngajak ketemu ngaja ketemu ajaaaaaaah

    ReplyDelete
  14. jadi pengen motoGP di seppang juga..
    *cek jadwal*

    ReplyDelete
  15. wah asik banget mas jalan jalan terus

    ReplyDelete
  16. Pengalaman jalan-jalan bawa gitar singkat cerita mau mampir di sebuah restoran, eh malah di kira pengamen kan greget hhe

    ReplyDelete
  17. Tahun 2015 aku masih tinggal di Jepang, banyak jalan2 juga sih disana hehe

    ReplyDelete
  18. kapan-kapan datang ke Banjarmasin lagi Mas, ke Kandangan juga kita naik bamboo rafting di Loksado bareng hehehe...

    ReplyDelete
  19. Lalu sekrang sudah hampir tahun 2017 mas, gimana perjalanan selama tahun 2016? Apakah lebih kece dibanding tahun 2015 lalu? hihihi

    ReplyDelete
  20. Kaleidoskop 2016 belum ada mas??

    ReplyDelete
  21. seru banget kanyaknya ya mas:D

    ReplyDelete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar