Pesona Luwuk Banggai Dari Ujung Timur Sulawesi Tengah

Tuesday, January 30, 2018 muhammad akbar 22 Comments

Dari balik jendela pesawat, saya melihat gradasi warna biru yang begitu indah membuat saya tidak ingin memalingkan pandangan, pemandangan laut dan perbukitan kota Banggai sebelum pesawat di Bandara Sultan Aminuddin Amir, Luwuk. Itulah kesan pertama ketika pertama kali mengunjungi kota Luwuk.

Luwuk Banggai berada di ujung timur Sulawesi Tengah, secara geografis Luwuk masih satu daratan dengan Pulau Sulawesi atau dikenal dengan "pulau huruf K", nah Luwuk itu berada di ujung atas bagian tengah yang menghadap ke pulau Maluku. Kalau masih bingung, coba buka atlas atau lebih gampangnya cari di Google Maps.
 Landscape Kota Luwuk Banggai
 
Saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kota ini, memang benar kesan pertama yang menakjubkan biasanya akan membuat kita merasa nyaman, mencintai pasangan harusnya berlaku sama, Iya kan? Alhamdulillah, saya betul-betul nyaman, buktinya saya sudah 2 tahun lebih bekerja di Luwuk. Kondisi kerja membuat saya mengunjungi Luwuk setiap bulannya dan juga sekaligus mengunjungi beberapa tempat wisata, baik itu yang mainstream maupun yang belum tergarap oleh pemerintah setempat, merasakan kehagatan masyarakat  lokal dan mencicipi kuliner khasnya. Intinya Luwuk itu merupakan destinasi yang lengkap. 

              Seringkali saya mendapatkan tanggapan dan pertanyaan dari teman-teman setiap memposting keindahan luwuk di media sosial pribadi, baik itu di Instagram dan facebook. Sudah di follow belum? Apa saja hal yang menarik dari Luwuk Banggai.

1. Melihat panorama Kota Luwuk dari Bukit Keles
Setiap kota selalu punya tempat yang wisata yang mainstream, ibaratnya kurang lengkap mengunjungi Luwuk jika tidak datang ke Bukit Keles. Tempat terbaik melihat landscape kota Luwuk dari ketinggian baik di pagi hari, sore menjelang sunset maupun di malam hari. Bukit Keles selalu menarik untuk dikunjungi. Saya sudah sering mengunjungi Bukit Keles di pagi dan malam hari, tapi sore hari, momen ketika matahari meninggalkan peraduannya belum sempat saya saksikan, sepertinya menarik sekali, ada yang mau temani?
 Bukit Keles Luwuk

2. Berenang di Pantai Kilo Lima
Hanya di kota Luwuk, saya melihat pantai yang begitu bersih padahal lokasinya dekat dengan jalan poros. Pantai Kilo Lima memang menjadi pariwisata utama kota Luwuk, makanya masyarakat nya pun menjaga kebersihan pantai ini. Uniknya, tidak ada biaya retribusi untuk mengunjungi tempat ini alias gratis. Saya biasanya datang ke Pantai Kilo Lima ketika pagi hari, saat itu air laut masih surut jadi pasir putihnya masih terlihat.

 Pasir putih Pantai Kilo Lima

Pantai Kilo Lima tidak hanya pantainya yang bersih tapi alam bawah lautnya juga meanrik untuk bersnorkling ria, tanpa harus menyewa perahu kamu sudah bisa melihat karang laut dan ikan-ikan beraneka warni berseliweran hanya beberapa meter dari bibir pantai, cuma ini seakan menjadi ancaman kerusakan. Karang-karangnya bisa terinjak ketika surut.

Alam bawah laut Pantai Kilo Lima

     3. Mengunjungi Air Terjun Piala
Air Terjun Piala lokasinya tidak jauh dari kota Luwuk, sekitar 30 menit perjalanan menuju kompleks perumahan Maahas. Oiya, ada cerita menarik ketika saya berkunjung ke Air Terjun Piala. Awalnya tidak ada niat datang kesini, karena saya dan teman-teman saat itu tujuannya ke Air Terjun Laumarang. Air terjun yang membuat saya tertarik ketika muncul di acara jalan-jalan di Transtv. Kamu sudah pasti kenal acaranya?

Tersesat membawa nikmat, seperti itulah sensasinya. Setelah menyusuri jalan setapak, akhirnya saya bertemu dengan air Terjun Piala secara tidak sengaja. Tapi menurut saya ini tidak kalah menariknya,  air terjun yang bersusun dan kolam yang luas untuk berenang. Airnya mengalir menuju Pembangkit Listrik Mikro Hidro di hilirnya. Belakangan Air terjun ini sudah muncul juga di acara Jalan-Jalan itu. 

                                                                           Air Terjun Piala

     4. Berfoto sepuasnya di Bukit Teletubbies

Padang savana yang luas dengan rerumputan hijau dengan kontur tanah yang berbukit cukup mewakili tempat ini dinamakan Bukit Teletbbies. Menurut saya ini lebih mirip jika dibandingkan dua Bukit Teletubbies yang pernah saya kunjungi, di Bromo dan Maros.

Bukit Telettubies Luwuk cukup jauh dari Luwuk, tapi semuanya terbayarkan ketika datang kesini, rasa-rasanya tidak ingin berhenti mengabadikan setiap momen, lokasinya yang hitz untuk mempercantik feed Instagram. Instagramable banget deh.


 Bukit Teletubbies Luwuk


     5. Mendaki Puncak Pulau Dua
Berkunjung ke Pulau Dua adalah perjalanan terjauh yang pernah saya lakukan selama di Luwuk. Menuju Pulau Dua, tidak banyak yang menyarankan datang kesini kalau hanya sebentar, lokasinya yang jauh dan juga jalanan nya belum begitu mulus adalah dua hal kendala yang akan dihadapi. Memang benar saya merasakan dua hal tersebut, dibutuhkan 4 jam perjalaan dari Kota Luwuk untuk sampai Desa Kampangar, Kecamatan Balantak.

Yang menarik dari Pulau Dua adalah bukitnya yang hitz, inilah yang membuat saya tidak berpikir panjang untuk datang kesini walaupun jaraknya yang cukup membuat pantat panas tapi semua terbayarkan ketika sudah berada di puncaknya.

Pulau Dua ini sekilas mirip Pulau Padar di NTT. “belum kesampaian ke Pulau Padar minimal kesini dulu” gumam saya dalam hati sambil mendaki Bukit Lukapan Konio, jalurnya lumayan menguras keringat dan bikin dengkul gemetar. Tapi bukankah sebuah pengorbanan akan mendapatkan hasil yang maksimal.  Dari puncak bukit kita bisa melihat sekeliling dengan latar belakang Pulau Dua.

 Bukit Lukapan Konio, Pulau Dua Balantak

    6. Mencicipi Kuliner khas Luwuk

Wisata kuliner setiap daerah wajib banget dicoba, apalagi kuliner yang langsung dari asalnya. Luwuk punya banyak kulier khas, ada beberapa yang saya rekomendasikan seperti lalampa dengan sambel cakalang dan ikan kerapu kuah asam. 

Lalampa sekilas mirip lemper, terbuat dari beras ketan diisi dengan suir-suir ikan cakalang. Dibungkus daun pisang, ujungnya dijepit dengan paku agar panasnya merata. Kemudian dibakar di atas bara api.
Luwuk surganya pecinta seafood, tapi ada sajian masakan ikan kerapu kuah asam membuat saya ketagihan dengan kuliner ini. Kuahnya yang segar dan daging ikan kerapu merupakan paduan yang sempurna. Kalau di Luwuk, RM. Sunu Lestari adalahwarung makan paling saya rekomendasikan jika ingin mencicipi kuliner ini.



Lalampa' dengan segelas kopi

Ikan Kerapu Kuah Asam

Mengunjungi Luwuk Banggai sangat mudah dan cepat, kini sudah banyak penerbangan langsung dari Makassar, Palu dan Manado. Pilihan harga tiketnya juga lumayan terjangkau dengan banyak pilihan harga dari situs pencarian tiket online. Traveloka adalah favorit saya alasannya karena harga yang tertera sudah termasuk pajak dan biaya lain-lain, jadi tidak perlu bingung lagi sih.
Liburan ke Luwuk Banggai bisa menjadi pilihan destinasi wisata, tinggal cari tiketnya di aplikasi Traveloka. Nah, berhubung februari ini saya mau berkunjung lagi ke Luwuk, saya sudah memesan tiket pesawat di Traveloka dengan hanya 4 Langkah sebagai berikut
1.       Booking – Pilih maskapai sesuai dengan budget
2.       Review – pastikan data yang dimasukkan sudah benar
3.       Pay – Transfer uangnya sesuai dengan jenis pilihan pembayaran (Internet Banking, Credit Card dan ATM)
4.       E-Ticket – E-ticketnya terkirim ke email saya dan kode booking dikirimkan ke SMS atau E-mail juga.
 





22 comments:

  1. Keren-keren banget fotonyaaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih loh, tapi ini cuma pake HP.
      Saya juga suka foto2 Makro nya Bang Ocit. Eaaaa

      Delete
  2. Duh,, keracunan nih. Tambah pengen ke Luwuk & foto2 dengan spot super kece itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Racun nya gak bikin mati kok.
      Yuk ke Luwuk Banggai

      Delete
  3. air terjun piala bagus banget ya bar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Win, kamu mesti main kesini.
      banyak spot wisata-wisata yang kece.

      Delete
  4. rerumputan pulau dua mirip2 sama pulau padar tawwa di kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya banyak yang bilang Pulau Padar KW, hahhaha

      Delete
  5. Luwuk banggai ini menggoda ternyata yaa kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk Sini Kak Bob, spot terbangin drone ajibb banget disini.

      Delete
  6. masuk daftar to-visit nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Must be visited.
      Destinasinya lengkap.

      Napak tilas perjalanan Kak Vindhya waktu survey Luwuk Banggai, waktu itu beliau banyak nanya tentang Banggai, bahkan kita janjian ketemuan tapi sayang gak jadi. sedih rasanya.

      Delete
  7. Waaaaaa bawa aku ke Bukit Keles sama Pulau Dua, maaasss. Kece banget ituuuhhh. Iya ya, panoramanya serupa dengan panorama dari puncak Pulau Padar. Kalau ke Bukit Teletubbies berapa jauh emang bang?

    Btw kerja apa nih sampai terdampar di Luwuk?

    ReplyDelete
  8. Kayaknya sekarang banyak daerah ya yang punya Bukit Teletabies ��
    Di Jayapura sendiri juga ada, hehe.
    Oh iya, tadi sepintas saya bacanya Luwak, bukan Luwuk ��

    ReplyDelete
  9. Luar biasa landscape kota dan pantai di luwuk.....kereeeeen.

    ReplyDelete
  10. aku penasaran sama Luwuk, semoga suatu saat bisa kesana. Nabung dulu deh

    ReplyDelete
  11. Bener-bener indah kotanya, diapit oleh pantai dan perbukitan.
    Kayaknya kalau dibuat videonya dengan sinematik kayaknya mantap tuh bang.

    ReplyDelete
  12. Fotonya keren, foto yang hiking bukit bisa keliatan laut itu bagus banget

    ReplyDelete
  13. Banyak yang cerita kalo Luwuk ini cakep banget alamnya,, dan masih sedikit yang berkunjung kesana. Aku kapan ya maen kesana,,,

    ReplyDelete
  14. Semoga tetap terjaga kelestariannya selama lamanya

    ReplyDelete
  15. Traveloka emang aplikasi favorit buat beli2 tiket deh. :D

    ReplyDelete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar. Spam Komentar silahkan pergi jauh