Toraja part 3 : Tilanga, Lemo, dan Londa

Sunday, October 20, 2013 muhammad akbar 7 Comments

Lanjutan dari Toraja part 2

Perjalanan di Toraja masih terus berlanjut, ada beberapa tujuan wisata yang saya harus kunjungi sebelum matahari kembali ke peraduannya. Sebenarnya trip sehari sudah cukup untuk mengunjungi bagian Toraja, tapi tidak untuk semuanya. Masih ada spot-spot indah lainnya.

TILANGA
Setelah dari Suaya, saya bergerak menuju spot selanjutnya yang kebanyakan orang masih belum tahu tempat ini karena akses kesana, harus mengikuti jalan bebatuan dan agak sedikit jauh masuk kedalam. Ada rasa penasaraan karena cerita mistis yang berhubungan dengan tempat ini. Masyarakat setempat mengenalnya dengan nama Tilanga.

Tilanga merupakan sebuah kolam yang didalamnya terdapat moa belut berkuping (masapi). Airnya sangat jernih hingga kita bisa melihat dasar kolamnya. Jika Toraja identik dengan pegunungan dan kuburan, inilah tempat yang sedikit pembeda dengan anggapan orang tentang toraja. 

Menurut teman saya, jika kita bisa melihat masapi keluar maka kita termasuk orang yang beruntung. Setelah sampai di area Tilanga, pandangan saya tentang tempat ini tidak terlalu menarik. Sebelum masuk pengunjung harus membayar tiket masuk Rp.10.000,-. Menuruni tangga menuju kolam yang dimaksud kami sudah dihampiri oleh beberapa anak kecil menawarkan jasa agar kami bisa melihat Masapi, tapi saya dengan halus menolak. Menurut info yang saya ketahui bahwa masapi itu bisa keluar jika dipanggil oleh seorang gadis dengan memukul-mukul jarinya ke air dan memancingnya dengan sebutir telur maka masapi itu akan keluar. Jika malam hari masapi keluar membersihkan dedauanan sehingga di pagi hari kolamnya kembali bersih.



Air kebiruan dengan daun bambu diatas air. Suasana yang dingin dan tenang membuat saya berpikir bahwa inilah salah satu keindahan dari Tilanga. Tidak semua apa yang kita lihat dari luar begitu juga bagian dalamnya. Awalnya saya sedikit ragu dengan pesonanya tapi berdecak kagum dengan pesona keindahan yang ditawarkan. Jika anda mencari tempat yang tenang, adem, dan sejuk dengan suara gesekan daun bambu hingga menghasilkan suara yang khas maka Tilanga adalah jawabannya. Saya mendekati kolam dan menyentuh air nya yang dingin dan mengusapkan ke wajah rasanya itu luar biasa pakai banget.


LEMO
Puas menikmati ketenangan jiwa di Tilanga, perjalanan dilanjutkan ke Lemo. Suatu makam orang toraja yang mana ditempatkan di dinding. Lemo seperti suaya menurut saya, tapi ini sedikit berbeda. Sebelum masuk terlebih dahulu bayar Rp. 5.000,- kemudian berjalan kaki menyusuri  tangga dan pematang sawah. Tebing yang dilubangi dan dimasukkan jenasah dan didepannya terdapat tau-tau. Terdapat juga 2 buah tongkonan yang mana digunakan pada saat uupacara pemakaman.

Tak berlama-lama di depan tebing Lemo, saya berjalan menyusuri sebuah jalan setapak yang membawa saya ke sebuah gubuk tua yang mana didalamnya terdapat banyak tau-tau yang dijual. Jika ada pengunjung yang berminat. Harga yang ditawarkan bervariasi dari harga Rp.25.000,- sampai Rp. 7.000.000,-. Harga yang ditawarkan membuat saya kaget dengan 1 buah patung yang terbuat dari kayu. Tak mudah juga membuatnya membutuhkan waktu berminggu-minggu apalagi tau-tau harus mirip dengan wajah asli yang dibuatkan.

Koleksi tau-tau, pilih mana suka
Lemo, Makam tebing.
Tedong atau kerbau, hewan yang dipotong untuk upacara
LONDA
Tak jauh dari Lemo, Perjalanan dilanjutkan ke Londa. Salah satu tempat yang harus dikunjungi jika datang ke Toraja. Tidak terlalu sulit menemukan Londa karena di jalan poros Rantepao sudah ada tanda-tanda. Londa sendiri menawarkan pengunjungnya untuk menyusuri goa yang mana didalamnya terdapat banyak jenasah, tengkorak dan peti jenasah.

Sebelum masuk ke dalam, saya membayar iuran masuk Rp.10.000,- dan menitipkan tas di petugas tiket. Beberapa guide menawarkan jasa untuk mengantar masuk ke dalam gua. Berhubung saya tidak bawa alat penerangan jadinya harus menyewa lampu petromak seharga Rp. 25.000,-. Kami berjalan berbaregan menuju Goa, terlihat di atas tebing terdapat peti jenash yang sudah mulai rapuh menggelantung.

Peti mayat yang digantung berumur ratusan tahun
Sebelum masuk, bapak yang menjadi guide mempersilahkan untuk berfoto terlebih dulu sambil dia menjelaskan setiap detail apa yang saya tanyakan. Mengantar kami masuk kedalam, nyali saya sedikit teruji dengan adanya tengkorak disamping kanan kiri, tapi jangan takut tengkorak itu tidak mengigit. Menyelusuri Goa dan mengarahkan saya untuk berdiri di spot yang keren kemudian di foto oleh teman saya, sepertinya bapak ini sudah paham betul dengan maksud pengunjungnya.

Saya melihat tulang belulang yang berserakan dan tengkorak yang dipenuhi uang recehan dan rokok. Banyak peziarah yang memang masih punya keturunan keluarga biasanya menyimpan beberapa uang recehan dan juga uang seribuan. Ada juga beberapa pakaian bekas yang bertumpuk didekat peti jenasah, konon itu adalah pakaian kesukaan orang yang ada didalam peti itu. Ada satu yang membuat saya sedikit kagum, sepasang tengkorak yang disimpan berdampingan konon ceritanya itu adalah pasangan yang tak direstui karena masih ada hubungan darah (sepupu) tapi karena kekuatan cinta mereka akhirnya memilih jalan bunuh diri dengan maksud agar nantinya alam selanjutnya mereka akan bersatu.

Uang recehan dan Rokok dan tengkorak. pilih mana??
Peti jenasah dalam Goa
Romeo and Juliet Versi Toraja

Berhubung ini spot terakhir saya kunjungi karena hari sudah mulai sore juga. Rencananya untuk malam ini kami akan menuju tanah tertinggi Tana Toraja.

Cerita perjalanan saya berlanjut
Toraja part 4

7 comments:

  1. TILANGA, gw baru denger nama tempat itu? mungkin kurang ke expose kali ya, tapi liat airnya jernih gitu keren.

    http://travellingaddict.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. iya, Tilanga memang tempatnya sedikit kurang diketahui.
    Jika ke Toraja, wajib datang kesini.

    ReplyDelete
  3. saya sudah kesana bro.. disana kita disambut beberapa ekor anjing juga loh :D hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren kan??
      memang banyak anjing di daerah Lemo

      Delete
  4. Wuih saya yang cuma melihat dari foto sampai adem banget... ni tempat harus dikunjungi mumpung masih belum banyak yang tau...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajib dikunjungi kalau berkunjung ke Toraja.

      Delete
  5. Part 4 nya ga bs dibuka ya?

    ReplyDelete

Pembaca yang baik yang meninggalkan komentar